Bantu Terobosan Pengembangkan Desa Percontohan Digitalisasi

Banjarmasin, KP – Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin mencoba membantu terobosan pengembangan teknologi informasi pemerintahan desa, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai percontohan, digitalisasi desa ini akan dimulai di empat desa, yakni tiga desa di Kabupaten Tanah Bumbu dan satu desa di Kabupaten Banjar.

“Digitalisasi desa ini berbentuk aplikasi. Nantinya, semua yang berkaitan dengan administrasi desa, kinerja pemerintah desa, potensi desa baik itu pariwisata dan UMKM akan tersaji dalam aplikasi ini,” kata Bang Dhin, panggilan akrab M Syaripuddin, Jumat (11/6/2021), di Banjarmasin.

Bang Dhin mengharapkan, desa percontohan digitalisasi ini ke depan menjadi pendorong agar desa-desa lain di Banua mengikuti jejak yang sama dalam rangka memperbaiki kondisi perekonomian.

“Dengan digitalisasi, maka bukan hanya kinerja pemerintah desa yang meningkat, namun geliat perekonomian desa juga semakin baik,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Berita Lainnya
1 dari 799

Hal ini dikarenakan, produk-produk dari desa bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat luas, sehingga memudahkan pemasaran produk yang dihasilkan masyarakat.

Bang Dhin mengatakan, telah berkoordinasi dengan pejabat terkait, termasuk kepala desa dan perangkat desa dalam penerapan teknologi informasi pemerintahan tersebut.

“Semoga dalam waktu dekat sudah bisa diterapkan untuk membantu desa dalam tata kelola pemerintahan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Seperti diketahui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT), , digitalisasi ekonomi desa menjadi salah satu program utama dalam upaya pembangunan desa.

Adaya digitalisasi ini i ekonomi dapat membantu memasarkan berbagai potensi dan produk yang dihasilkan oleh desa dengan lebih mudah, , ada dua hal yang diuntungkan dengan adanya digitalisasi ekonomi. Pertama, memutus mata rantai penyebab harga barang mahal ketika diterima konsumen. Kedua, mendekatkan antara pembeli dan penjual. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya