Gubuk Penambang Liar Dibakar

Rantau KP – Deriktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel), membongkar sebanyak 4 gubuk atau pondok yang diduga milik penambang batubara illegal di wilayah milik konsesi PT Sumber Kurnia Buana (SKB), Jumat (4/6).

AKP Adenan selaku Perwira Pengendali Lapangan Polda Kalsel, mengatakan, selain itu pihaknya juga menemukan sebuah alat exsapator yang sudah lama berada di sekitar lokasi tambang, namun masih aktif.

“Sementara untuk 4 gubuk tersebut, 3 langsung dibersihkan dan 1 dibakar. Hal itu dilakukan agar gubuk tersebut tidak lagi bisa ditempati,” bebernya.

Dikatakannya, gubuk tidak dibakar semuanya, karena tiga buah mendekati perkebunan karet dan takutnya jika dibakar akan menjalar. Sementara gubuk dibakar jauh dari area perkebunan atau berada di tengah-tengah area tambang.

Sedangkan, sebut dia, untuk satu unit alat berat berada di lokasi, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat dan perusahaan, untuk memungkinkan dilakukan penyitaan untuk ditahan.

Dikatakannya, kegiatan tersebut dalam rangka operasi penertiban tempat tinggal berupa gubuk/pondok diduga milik para penambang illegal ini oleh Ditpambobvit sebagai upaya memberikan efek jera kepada para penambang liar.

“Untuk diketahui kegiatan operasi ini tidak terjadwal, kapan mau melaksanakan operasi, bisa malam, siang atau sore hari, dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan hal itu agar tidak diketahui, karena kalua sudah tahu tentunya aktifitas para penambang liar tidak ada di tempat,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Pembagian Nasi Bungkus Polsekta Banjarmasin Barat

Duda Ditemukan Tewas Membengkak

1 dari 1.497

Sebab, kalau operasi ini di jadwalkan tentunya sudah dibaca lawan penambang liar, dan pihaknya selaku pengaman tentunya tidak mendapatkan hasilnya.

Ia berharap, adanya kegiatan operasi ini, tidak ada lagi ditemukan aktivitas penambang ilegal khususunya di wilayah konsensi PT SKB.

“Siapapun yang melakukan hal tersebut tentunya kita tindak sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Sementara Corporate Legal PT SKB Erwin Hutajulu mengatakan, adanya aktivitas dari penambang illegal di wilayah milik PT SKB tentunya sangat merugikan perusahaannya.

“Sebagai perusahaan pemegang resmi Perjanjian Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) tentunya sangat dirugikan adanya aktivitas tambang illegal, karena hanya mengambil batubaranya saja, sementara kelestarian alam tidak dijaga, “jelasnya.

Ia pun mengungkapkan, saat dilihat dari operasi dilakukan, terdapat yang sudah direboisasi, malah digali lagi oleh penambang liar, hal itulah yang membuta alam kembali menjaid rusak. Setelah ditemukan ini, tentunya diharapkan tidak ada lagi aktivitas tambang illegal.

“Tetapi kalau ada ditemukan lagi aktivitas menambang illegal, kami akan tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Mewakili manajemen perusahaan, dia mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalsel, Ditpamobvit Polda Kalsel, Polres Tapin yang sudah melakukan pengamanan para penambang liar sehingga aktivitas peti tidak ada lagi. (abd/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya