Perkara Korupsi BRI
Saksi Akui Penyaluran KUR Janggal

Banjarmasin, KP – Empat dari tujuh saksi yang diajukan JPU kesemuanaya karyawan BRI Banjarmasin, mengakui memang terdapat kejanggalan dan diluar prosedur penyaluran KUR di Bank BRI Unit A Yani ketika dipimpin terdakwa Wahyu Krisnayanto mantan Kepala BRI Unit A Yani Banjarmasin.

Hal ini disampaikan para saksi yang terdiri dari Marini selaku teller maupaun Riki Wulaandari juga pernah menjadi teler, serta custumer service (CS) Nurul Maulida serta Kepala Unit BRI A Yani Febri Praya.

Ini dikemukakan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (15/5) dengan terdakwa karyawan BRI Unit A Yani Banjarmasin yakni Wahyu Krisnayanto mantan Kepala BRI Unit A Yani Banjarmasin dua lainnya adalah mantan Mantri BRI di kantor yang sama yakni Mochmamad Zanuar dan Nugroho Budi Satria.

Selaku teller Marini maupun CS Nurul yang bertugas menyiapkan berkas, maka teller harus mencairkan kredit yang diajukan walaupun tanpa kehadiran nasabah.

Biasanya, ujar Marini, buku tabungan maupun dilakukan pencairan selalu diserahkan kepada terdakwa Wahyu.

“Biasanya alasan ketidakhadiran nasabah karena alasan sakit, kalau presedurnya nasabah harus hadir, tetapi karena ini perintah pimpinn saya hanya melaksanakan saja,’’ tegas Marini.

Persidangan yang dilakukan secara virtual tersebut, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Daru Swastika didampingi hakim adhock Fauzi dan A Gawi, JPU yang dikomandoi Arief Ronaldi.

Berita Lainnya

Empat Rumah Luluh Lantak Diamuk Api

Polresta Banjarmasin Kembali Bagi-Bagi Sembako

1 dari 1.404

Menurut dakwaan, ketiga terdakwa didakwa bekerjasama membuat kredit fiktif untuk keperluan pribadi mereka.

Ketiga terdakwa dalam menjalankan modus untuk menggerogoti uang tempatnya bekerja dengan membuat dokumen yang tidak benar seolah olah ada nasabah yang mendapat kredit, tetapi ini hanya fiktif.

Akibatnya berdasarkan perhitungan BPKP terdapat kerugian negara sebesar Rp1.594.731.690. Hal ini dilakukan mulai tahun 2015-2018.

Dalam dakwan yang tuduhan yang sama ketiga terdakwa diancam melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, jo pasal 64 ayat 1 KUHP, untuk dakwaan primairnya.

Sedangkan dakwaan subsidair melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP, dan lebih subsidair lagi melanggar pasal 8 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, jo pasal 64 ayat 1 KHUP .

Seperti diketahui dua dari tiga terdakwa tersebut sempat buron yakni

Wahyu Krinayanto yang ditangkap di Muarateweh Kalteng dan Nugraha Budi Satrio yang ditangkap Pelaihari. (hid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya