DENPASAR, Kalimantanpost.com – Tim gabungan Polda Bali, Polres Badung, Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, dan pihak Imigrasi berhasil menangkap terduga pelaku penembakan yang melukai seorang warga negara (WN) China dan security di Canggu, Kabupaten Badung.
Penjabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti saat dikonfirmasi di Badung, Minggu, membenarkan penangkapan terduga pelaku.
Pelaku berinisial H, seorang pria berstatus warga negara Indonesia (WNI).
Terduga pelaku diamankan pada Sabtu malam di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
“Terduga pelaku laki-laki WNI memang benar sudah ditangkap Sabtu malam oleh gabungan Ditreskrimum Polda Bali, Jatanras Satreskrim Polres Badung, Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta dan pihak Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Inastuti.
Saat ini, terduga pelaku telah dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami motif penembakan serta asal-usul senjata api yang digunakan.
Dia menjelaskan peristiwa penembakan terjadi di The Shady Pig, Jalan Pantai Berawa Nomor 168, Canggu, Kuta Utara, Badung, pada Jumat (17/7) sekitar pukul 02.50 Wita.
Korban dalam kejadian tersebut adalah seorang petugas keamanan berinisial I.M.Y.M. (32), warga Denpasar Utara, dan seorang WN China berinisial E.A (25).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula saat terduga pelaku terlibat cekcok dengan korban WN China.
Petugas keamanan kemudian berupaya melerai dengan berdiri di depan korban WN China.
Saat itulah pelaku diduga melepaskan tembakan yang mengenai paha kiri petugas keamanan hingga tembus ke belakang dan proyektilnya kemudian mengenai paha kiri korban WN China yang berada tepat di belakangnya.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), kata Inastuti, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban, sepatu, kaus kaki, kain berlumuran darah, serta satu proyektil berwarna kuning tembaga yang diduga berasal dari senjata api pelaku.
Selain melakukan olah TKP, penyidik juga memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian, meminta keterangan para saksi, memasang garis polisi, serta mengirim kedua korban untuk menjalani visum di rumah sakit sebagai bagian dari proses penyidikan.
Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku guna mengungkap secara utuh motif penembakan, kepemilikan senjata api, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. (Ant/KPO-3)















