BALANGAN, Kalimantanpost.com – DPRD Kabupaten Balangan kembali menggelar rapat paripurna penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dari Pemerintah kabupaten Balangan.
Rapat ini berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Balangan, dipimpin Ketua DPRD Balangan Hj Lindawati didampingi Waket I Muhammad Rizkan dan Waket II Saiful Arif dengan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Balangan Fakhriyanto, unsur Forkumpimda serta beberapa Kepala OPD lingkup Pemkab Balangan, Senin (20/07/2027).
Ketua DPRD Balangan Hj Lindawati mengatakan kesiapan legislatif untuk segera menindaklanjuti dokumen rancangan perubahan KUA PPAS 2027 yang telah diserahkan, pemenuhan hajat hidup memang krusial bagi perekonomian daerah.
“Pasti ini akan kita bahas secara mendalam pada rapat-rapat lanjutan berikutnya. Karena ini menyangkut masalah program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pembahasan rancangan perubahan KUA PPAS sebagai langkah awal untuk Rancangan APBD 2027, guna dapat menghasilkan dokumen penganggaran yang berkualitas, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai kemampuan keuangan daerah.
Sementara, Sekdakab Balangan Fakhriyanto mengatakan, sumber pendapatan terbesar daerah berasal dari pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Dengan adanya kebijakan pemotongan dana desa untuk cicilan Koperasi Merah Putih dari pemerintah pusat, maka terjadilah perubahan anggaran pada tahun ini.
“Balangan mendapat pemotongan sebesar Rp54 miliar,” katanya.
Namun untuk tahun ini, Sekdakab menyampaikan hanya dapat memproyeksikan kenaikan pendapatan dari pendapatan asli daerah (PAD) saja, tidak dari lain-lain pendapatan daerah yang sah.
“Konsekuensinya, pada anggaran 2026 ini mengalami ‘anomali’. Artinya penurunan kemampuan anggaran sebesar 1,25 persen, dan ini jarang kita alami,” jelasnya.
“Jadi kita harus melakukan penyesuaian, namun dengan tetap memprioritaskan program yang sudah menjadi prioritas sejak awal,” imbuhnya. (jnd/KPO-4)















