Vaksin Pra Lansia Dimulai

Banjarmasin, KP – Selain para warga lanjut usia (lansia), kini program vaksinasi Covid-19 yang menggunakan vaksin jenis Sinovac dari Pemerintah Indonesia menyasar warga dengan kategori pra-lansia.

Pasalnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P), 28 Mei lalu mengeluarkan surat edaran terbaru.

Isinya memerintahkan Kepala Dinas (Dinkes) baik itu provinsi, kabupaten maupun kota, untuk melakukan percepatan dalam upaya vaksinasi di tahap kedua ini.

Yang jadi sasaran vaksinasi tak hanya lansia dan petugas pelayanan publik. Tapi juga menyasar pra lansia. Yakni, orang yang berusia 50 sampai 59 tahun.

Selain itu, dalam surat edaran bernomor HK.02.02/II/1406/2021, itu pula diketahui bahwa mereka yang berusia 18 hingga 49 tahun juga diperbolehkan bervaksin. Tapi dengan syarat, mesti membawa dua orang yang berusia 50 tahun ke atas.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi membenarkannya. Menurutnya, surat edaran itu sebagai langkah atau upaya percepatan vaksinasi.

“Sasaran vaksinasi pun diperluas,” ucapnya pada awak media melalui video yang diterima Kalimantan Post, Senin (31/5) siang.

Berita Lainnya
1 dari 3.553

Pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara (Jubir) Tim Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin, itu mengatakan bahwa pihaknya mempersilakan warga yang umurnya sesuai dengan yang ada di surat edaran itu untuk bervaksin.

“Tempatnya, di seluruh Puskesmas yang ada di wilayah masing-masing,” tambah pria dengan sapaan Machli itu.

Di sisi lain, pada Sabtu (29/5) lalu Pemko Banjarmasin juga menggelar vaksinasi massal, dengan bertepatan pada peringatan Hari Lansia Nasional. Kendati demikian, persentase vaksinasi lansia masih cukup rendah.

Ambil contoh. Dari data yang dirilis Dinkes Kota Banjarmasin per tanggal 30 Mei lalu, vaksinasi lansia masih jauh dari yang ditargetkan. Dosis kedua yang diberika pada lansia hanya mencapai 11,64 persen atau sebanyak 6.484 orang.

Masih jauh dari target yakni sebanyak 55.720 orang.

Menjawab hal itu, Machli mengaku pihaknya akan terus gencar melaksanakan vaksinasi lansia. Dengan begitu, pihaknya berharap bisa mengejar angka yang ditargetkan.

“Yang jelas, kami akan terus menargetkan minimal 80 persen lansia harus tervaksin dari sasaran yang ada. Agar betul-betul membentuk herd immunity di Kota Seribu Sungai ini,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya