Cetak Kartu Vaksin Jadi Peluang Bisnis

Banjarmasin, KP – Akhir-akhir ini di media sosial dan e-commerce ramai jasa yang menawarkan cetak kartu atau sertifikat vaksin. Sertifikat vaksin ini dicetak dalam bentuk kartu dengan ukuran 8,5 cm x 5,5 cm atau seukuran dengan kartu ATM dan KTP.

Seperti diketahui, sertifikat vaksin digunakan sebagai persyaratan perjalanan selama PPKM Darurat dari 3-20 Juli 2021 mendatang.

Momen tersebut pun dimanfaatkan sejumlah usaha percetakan untuk dijadikan peluang bisnis meraup pendapatan tambahan.

Seperti yang dilakukan Faisal pemilik Raya Production, di kawasan Kampung Penatu, Banjarmasin Tengah, yang bergelut di bidang percetakan sejak belasan tahun lalu. Awalnya, ide membuat jasa cetak kartu vaksin dilakukan lantaran banyaknya orang terdekat yang minta dibuatkan.

“Alhamdulillah, banyak yang minta dibuatkan kartu vaksin ini. Selain tahan lama, juga memudahkan untuk dibawa kemana-mana,” ujar Faisal, saat dihubungi Kalimantan Post, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, layanan vaksinasi yang dilakukan pemerintah ini menjadi kesempatan yang bagus untuk menambah pemasukan. Dengan mengkombinasikan, antara kebutuhan masyarakat dan bidang usaha yang ditekuninya.

“Kan banyak masyarakat yang sudah divaksin. Saya mikir, agak ribet kalau mau kemana-mana nunjukin kartu vaksinnya, mesti buka email dulu atau dicetak di kertas yang gampang robek atau luntur tulisannya. Dari situ mulai kepikiran, kenapa nggak dibuat seperti e-KTP, kan lebih praktis,” tuturnya.

Berita Lainnya
1 dari 857

Ibarat gayung bersambut, jasa cetak kartu vaksin pun mendapat banyak peminat dari berbagai kalangan masyarakat.

“Yang pesan ada dari perorangan, ada juga yang kolektif dari instansi atau kantor-kantor,” jelasnya.

Faisal juga berkomitmen untuk menjaga data pribadi pelanggannya. Sebelumnya, ia juga menyampaikan bahwa cetak kartu vaksin akan membutuhkan sertifikat asli yang di dalamnya terdapat data pribadi yang mesti didownload.

“Filenya bisa berupa JPG, PNG atau PDF. Bahannya PVC Id Card dan dicetak anti air, jadi awet dan tahan lama. In Syaa Allah data konsumen juga aman,” imbuhnya.

Untuk harga, Faisal mematok Rp 25 ribu perlembar kartu vaksin yang dicetak bolak balik. Namun, jika order dalam jumlah banyak akan ada harga khusus yang diberikannya.

Dalam satu bulan terakhir membuka jasa cetak kartu vaksin ini, Faisal dapat meraup cuan jutaan rupiah.

“Sebulan ini, kurang lebih ada 200 pelanggan yang sudah minta cetakkan. Ada yang pesan satuan, ada juga yang kolektif. Biasanya dari teman ke teman aja informasinya,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya