DLH Rutin Pantau Tingkat Pencemaran Sungai di Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Mukhyar mengaku, pihak secara rutin melakukan pemantauan terhadap sungai untuk mengetahui terjadinya pencemaran.

” Sedikitnya 5 kali dalam 1 tahun kami melakukan pemeriksaan melalui laboratorium untuk mengetahui tingkat pencemaran sungai di kota Banjarmasin ini,” kata Mukhyar

Hal itu dikemukakannya kepada KP saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin belum lama ini.

Disebutkan , ada sekitar 16 sungai di Banjarmasin yang dipantau secara rutin untuk kemudian dilakukan pemeriksaan.

Menyinggung hasil pemeriksaan Mukhyar menjelaskan, belum dikategorikan berat karena masih tercemar ringan dan sedang

” Umumnya pencemaran karena sampah yang dibuang ke sungai, sedangkan selebihnya akibat pembuangan limbah cair dari rumah tangga, sedangkan akibat jenis limbah berbahaya lainnya persentasenya kecil,” ujar Mukhyar yang menjabat Plh Sekdako Banjarmasin ini.

Berita Lainnya
1 dari 3.211

(Dibutuhkan Partisipasi Masyarakat)

Lebih jauh Mukhyar menghimbau masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan seluruh sungai di kota berjuluk ,’seribu sungai’ ini dari berbagai pembuangan limbah yang membahayakan.

Menurutnya, partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam ikut mengawasi adanya indikasi pencemaran lingkungan.

“Baik itu dilakukan oleh perusahaan, rumah sakit, hotel, usaha kecil menengah (UKM) ataupun tempat usaha lainnya hingga perorangan yang membuang limbah berbahaya yang dapat mencemari lingkungan, ” himbau Mukhyar.

Ia mencontohkan, ketika beberapa waktu lalu terungkapnya pembuangan oli di sungai Jalan A Yani Km 2 dan adanya aktivitas perusahaan penumpukan oli di kawasan Jalan Kapten Piere Tendean yang membuang oli bekas ke Sungai Martapura.

Mukhyar menandaskan, setiap laporan atau pengaduan masyarakat kepada DLH terhadap indikasi dugaan pencemaran lingkungan akan menjadi dasar untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum berlaku.

Ia juga menegaskan, pemerintah bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan. Terkait tugas ini, maka pemanfaatan berbagai sumber daya alam maupun aktivitas kegiatan setiap bidang usaha wajib menghindari dari hal-hal yang menimbulkan dampak pencemaran atau kerusakan lingkungan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. (nid)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya