Pol PP Pantau Pemakaian Masker di Sekolah

Banjarmasin, KP – Masih banyaknya orangtua ataupun yang mengantarkan siswa ke sekolah yang tidak mengenakan masker dengan benar menjadi perhatian oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Karenanya Pemko Banjarmasin mulai Senin (19/07) yang lalu sudah menerjunkan petugas Satpol PP Kota Banjarmasin untuk memastikan penerapan Protokol Kesehatan (prokes) berjalan dengan baik saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Seperti yang terpantau di SDN Karang Mekar 5 dan SMP Negeri 3 Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kamis (22/07) pagi.

Beberapa personel tampak terlihat sibuk di pintu masuk sekolah untuk mengawasi setiap siswa-siswi yang. Termasuk juga para guru dan orangtua yang mengantar.

Petugas pun memberikan sosialisasi dan edukasi kepada setiap mereka yang datang. Misalnya seperti membantu mengukur suhu tubuh dan mengarahkan murid untuk mencuci tangan sebelum masuk ruang kelas.

Namun sayangnya, masih ada saja petugas mendapati siswa yang datang ke sekolah tanpa mengenakan masker. Tak ayal, petugas pun menghentikan siswa bersangkutan, untuk memberikan masker sebelum masuk ke lingkungan sekolah.

Bahkan, beberapa orangtua siswa yang mengantar tanpa mengenakan masker turut menghindar ketika melihat keberadaan petugas Pol PP di pintu masuk sekolah.

Berita Lainnya
1 dari 3.205

Hal itu diakui oleh Kasi Operasional Satpol PP Banjarmasin, Fahmi Arif Ridha saat dibincangi awak media disela aktivitas pengawasannya di SDN Karang Mekar 5, Banjarmasin

“Sementara ini pelanggaran yang paling banyak kita temukan terkait penggunaan masker. Baik siswa atau orangtua saat mengantar,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (22/07) pagi.

Menurutnya, pengawasan ini akan dihentikan, jika tingkat pelanggaran prokes di sekolah sudah bisa diminimalkan. Namun jika tidak ada perubahan, maka pengawasan akan terus dijalankan.

Pengawasan sendiri dilakukan ke seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD dan SMP. Baik negeri maupun swasta. Namun diakuinya, pengawasan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga personel diarahkan secara bergantian ke wilayah sekolah.

“Misalnya kemarin kita di sekolah lingkungan jalan Mulawarman. Hari ini kita ke wilayah Pangeran Antasari. Pengawasan dimulai saat akan masuk dan pulang sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang orangtua siswa, Ragil Ayu Kartini mengaku, merasa aman dengan kehadiran personil Satpol PP di sekolah. Sehingga siswa dan para guru bisa lebih disiplin dalam menerapkan prokes.

Bukan tanpa sebab, Ibu dari siswa kelas satu ini menganggap bahwa harus ada pengawasan yang intens. Lebih-lebih bagi siswa tingkat SD, yang sedikit susah diarahkan.

“Merasa aman. Misalnya ada yang menurunkan masker, kalau ada petugas Pol PP langsung ditegurnya. Anak saya juga lagi senang-senangnya bisa belajar ke sekolah walaupun sistemnya selang-seling,” pungkas wanita berusia 34 tahun itu. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya