Sebagian Orang Tua Masih Risaukan PTM

Ketua Komisi IV DPRD Kota Norlatifah mengingatkan yang perlu dipastikan adalah guru dan tenaga pendidik harus selesai divaksinasi 100% sebelum PTM terbatas dilaksanakan

BANJARMASIN, KP – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahun ajaran 2021-2022 sudah dimulai. Kemendikbudristek menyebut, sekolah tetap harus memberikan dua opsi yakni PTM terbatas dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Prinsip PTM terbatas tetap mengacu pada keselamatan dan kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan. Pada masa PTM terbatas yang akan dimulai di tahun ajaran 2021-2022 ini, sekolah harus memberikan dua opsi yakni PTM terbatas dan opsi PJJ.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Norlatifah kepada {KP} Senin (12/7/2021) mengatakan, hal lain yang perlu dipastikan adalah guru dan tenaga pendidik pun harus selesai divaksinasi 100% di sekolah tersebut sebelum PTM Terbatas dilaksanakan.

“Persoalannya sekarang apakah sebelum dilaksanakannya PTM terbatas ini. apakah seluruh guru dan siswa sudah divaksin ” katanya mempertanyakan.

Muhammad Zaini, salah seorang orang tua murid SDN Murung Raya 2 Kecamatan Banjarmasin Selatan menyatakan dukungannya terhadap rencana PTM terbatas ini.

Alasannya karena ia menilai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berjalan saat ini dirasakan kurang efektif.

“Sementara saya berpendapat tidak semua orang tua mampu secara maksimal mendampingi pembelajaran anak-anaknya karena kurangnya kemampuan dari sisi keilmuan serta alasan kesibukan lainnya,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.205

Apabila nantinya saat pembelajaran PTM terbatas ini memang terjalin komunikasi antara orang tua dan sekolah, maka orang tua akan menjadi ujung tombak pembelajaran. Jadi saya kira sudah tepat apabila ada opsi PTM terbatas dan PJJ yang ditawarkan oleh sekolah,” ujarnya.

Sementara Robiansyah salah seorang tua siswa SMA Negeri 5 Banjarmasin mengaku, meski mendukung PTM, namun pihak sekolah jangan memaksakan atau mewajibkan siswa untuk mengikutinya.

“Karena itu saya kira sudah tepat apabila ada opsi PTM terbatas dan PJJ yang ditawarkan oleh sekolah,” ujarnya.

Sementara Ridwan salah seorang orang tua siswa SMP 23 Pekapuran Raya mengaku, pandemi yang sudah berjalan hingga 1,5 tahun ini memaksa para siswa belajar daring.

Menurutnya situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi para orangtua terhadap kondisi psikologis sang anak akibat kurangnya sosialisasi terhadap teman.

Ia berharap sekolah tatap muka bisa dilakukan dengan penyesuaian yang sudah disusun pemerintah.

Meski sama-sama berharap pembelajaran tatap muka kelak dilakukan, namun selaku orang tua baik Muhammad Zaini., Robiansyah dan Ridwan mengaku merasa masih khawatir jika nanti sang anak bertemu dengan orang lain di luar rumah di tengah situasi pandemi yang belum terkendali ini.

“Masalahnya, karena bisa saja anak-anak rentan memaparkan atau terpapar. Covid-19. Sebagai orang, saya tentunya merasa khawatir,” kata Muhammad Zaini. Robiansyah dan Ridwan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya