Ancaman Hukum Bagi Pembakar Lahan

saya meminta masyarakat Banjarbaru tidak membuka lahan dengan cara membakar

BANJARBARU, KP- Mewaspadai potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), warga diingatkan untuk tidak membakar lahan. Sebab, pelaku pembakaran hutan dan lahan akan ditindak tegas.

Oleh karena itu, Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid mengimbau kapada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Sebab, pihak tidak akan segan-segan menindak tegas pelaku pembakaran lahan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Untuk itu saya meminta kepada masyarakat Kota Banjarbaru untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, jika terbukti pihaknya tidak segan akan melakukan proses hukum yang berlaku. Masyarakat jangan gegabah membakar lahan. Jadi jangan coba coba melakukannya nanti akan saya periksa,” tegasnya

Ia menambahkan jika di Banjarbaru, sebelumnya sudah ada kasus pembakaran lahan yang diberikan sanksi tegas berupa tindak pidana.

Menurut dia, pihaknya sudah membuat tim surat perintah kepada anggota untuk antisipasi ada kebakaran hutan.

Dan menekankan pada anggota agar tidak membiarkan api kecil yang bisa membesar dan menjadi kebakaran yang sulit dipadamkan.

“Pihak petugas juga secara rutin memonitor karhutla agar memudahkan pengawasan sampai di tingkat bawah dengan memanfaatkan Bhabinkamtibmas,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Mantan Kades Hamak Utara Dibui Tiga Tahun

1 dari 1.482

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Banjarbaru Iptu Martinus Ginting menuturkan, jika pelaku pembakaran hutan dan lahan pernah ditangani pihaknya pada 2019 lalu di lahan Jalan tambak padi kelurahan Samsuddin Noor landasan kecamatan Liang anggang.

“Pelaku ada dua orang dikenakan pasal Pasal 188 KUHP dengan vonis enam bulan penjara saat itu,” kata Ginting.

Kronologinya, pada Agustus 2019, saat itu keduanya sedang membersihkan kebun dan membuang putung rokok, sehingga terjadi kebakaran lahan seluas 2 hektar.

Terhadap para pelaku pembakaran hutan atau lahan dikenakan pasal berlapis dan diancam dengan pidana dengan pasal 187 KUHP yang berbunyi apabila dengan sengaja menimbulkan kebakaran maka akan diancam pidana penjara selama 12 tahun.

Kemudian Pasal 188 KUHP apabila karena, barang siapa dengan kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Atau Pasal 78 ayat 3 UU RI No 41 tahun 1999 tentang kehutanan, barang siapa dengan sengaja membakar hutan akan di ancam dengan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp5 miliar.

Lalu Pasal 78 ayat 4 UU RI NO 41 tahun 1999 tentang kehutanan, barang siapa karena kelalaiannya menyebabkan terjadinya kebakaran hutan maka akan di ancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp1, 5 miliar.

Berikutnya pasal 108 UU RI No 32 tahuhn 2014 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berbunyi, melakukan pembakaran lahan dengan cara membakar dapat dipidana dengan kurungan penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Ditambah lagi, Pasal 108 UU RI No 39 tahun 2014 tentang perkebunan yang berbunyi setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan atau mengelolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud pasal 56 ayat 1 maka akan dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (dev/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya