Anggarkan 1,5 Miliar untuk Isoter

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kini hampir merampungkan perhitungan anggaran untuk mengadakan lokasi isolasi terpusat sebagai wadah menyembuhkan diri bagi para pasien Covid-19 yang tidak bergejala.

Tidak main-main, anggaran yang disediakan untuk menjalankan rencana mengubah gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) yang berlokasi di jalan Batu Besar kawasan Komplek Mulawarman sebagai Rumah Sehat Karantina senilai Rp 1,5 M.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan anggaran sebesar itu dikarenakan bangunan tersebut harus dilakukan pembenahan, baik dari struktur fisik maupun kebersihannya.

Saat ditanya mengenai sudah sejauh mana perkembangannya, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin itu mengungkapkan, saat ini pembahasan anggaran untuk keperluan penyediaan Isoter sudah hampir rampung.

“Dalam minggu ini akan kita rampungkan pembahasan anggarannya. Mudah-mudahan awal September paling lambat sudah bisa digunakan sebagai Isoter,” ucapnya saat ditemui awak media di sela pemantauan vaksinasi di GOR Hasanuddin HM, Jumat (20/08) pagi.

Ia memprediksi, minimal anggaran yang diperlukan untuk memenuhi berbagai keperluan di tempat Isoter mencapai Rp 1,2 M.

Berita Lainnya

Bakal Ada Banyak Kursi dan Lampu Taman

1 dari 3.541

Anggaran sebesar itu klaimnya, bakal digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya seperti konsumsi warga isolasi dan honor jasa Petugas Kesehatan (Nakes) yang bertugas.

Termasuk juga untuk pemenuhan sarana dan prasarana yang masih kurang dan insentif cleaning service serta petugas keamanan.”Prediksi Rp 1,2 M yang kita butuhkan minimal. Tapi perkiraan bisa saja sampai Rp 1,5 M,” tukasnya.

Diwartakan sebelumnya Ada beberapa hal yang akan harus dibenahi sebelum tempat itu digunakan untuk warga Isoman. Karena keadaannya sekarang tampak tidak terawat. Bahkan beberapa bagian atap tampak terlihat jebol.

Meski demikian, gedung BBPPKS dinilai sangat representatif untuk dijadikan sebagai rumah sehat karantina bagi warga Isoman, dengan sebanyak 80 kamar yang tersedia.

Adapun kriteria warga yang bisa menempati BBPPKS antara lain, adalah warga yang terpapar Covid-19 namun tidak bergejala.

Kemudian di rumah warga tersebut, tidak memadai untuk melakukan isolasi mandiri. Seperti ada anggota keluarga yang berusia renta atau ada balita. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya