Komisi I Pantau Kesiapan CPNS dan PPPK, Sejumlah Formasi Sepi Peminat

Berita Lainnya
1 dari 3.546

Barabai, KP – Sejumlah formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sepi peminat, khususnya guru mata pelajaran tertentu.
Diantaranya, guru seni budaya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN)
Hal terungkap dari pertemuan Komisi I DPRD Kalsel dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten HST, Wahyudi Rahmad, Senin (16/8), di Barabai.
Wahyudi mengungkapkan, Kabupaten HST mengusulkan sebanyak 817 orang formasi, akhirnya dtetapkan sebanyak 791 orang formasi oleh Kementerian PAN da RB RI.
“Kesemuanya adalah PPPK guru, dan tidak membuka formasi CPNS karena segi keuangan tidak memungkinkan,” kata Wahyudi pada monitoring pelaksanaan penerimaan CPNS dan PPPK HST yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, H Syaidillah.
Wahyudi mengungkapkan, dari 791 formasi yang dicari, sudah ada 947 orang yang mendaftar dan yang memenuhi syarat ada 945 orang.
“Mereka yang mendaftar sudah mampu memenuhi formasi yang diharapkan. Namun, masih banyak kekurangan untuk mata pelajaran tertentu,” tambahnya.
Yang terparah adalah guru mata pelajaran seni budaya, dimana dari 27 formasi yang tersedia, hanya ada satu orang pendaftar. Selain itu, guru TIK hanya ada 3 orang pendaftar dari 56 yang dicari, disusul guru PPKN, dari yang dicari sebanyak 11 orang, hanya ada 3 orang yang mendaftarkan diri.
Berbanding terbalik dengan guru IPA, dari 3 orang yang dicari, namun ada 11 orang yang mendaftar. Selain itu juga guru Bahasa Inggris, dari 3 orang yang dicari, yang mendaftar malah sebanyak 52 orang, disusul oleh guru Bahasa Indonesia, dari 5 orang yang dicari, pendaftar membludak hingga 35 orang.
Menurut Wahyudi, hal ini mungkin dikarenakan guru mata pelajaran tersebut tidak banyak di Kabupaten HST, mengingat beberapa perguruan tinggi hany didominasi jurusan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggis dan Biologi.
Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi I DPRD Kalsel, Fahrani mengatakan, perlu adanya langkah strategis dari Dinas Pendidikan maupun perguruan tinggi, termasuk lintas komisi untuk mencarikan solusinya.
“Agar perguruan tinggi di Kalsel bisa menyiapkan tenaga guru yang dibutuhkan daerah, sehingga formasi terisi secara optimal oleh putra-putri Banua,” kata politisi PDI Perjuangan. (lyn/KPO-1))

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya