BATOLA, kalimantanpost.com – Fakultas Pertanian Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari resmi melepas puluhan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Pertanian (PMMP), Selasa (28/4/2026).
Program ini mengusung tema “Penguatan Agrominapolitan dengan Teknologi Tepat Guna Berbasis Pemanfaatan Susupan Gunung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.”
Sebanyak 66 mahasiswa dari Program Studi Peternakan dan Agribisnis akan terjun langsung ke lima desa sasaran, yakni Desa Pinang Habang, Murung Asam, Muara Tapus, Jingah Bujur, dan Sungai Karias. Kegiatan ini berlangsung hingga 3 Mei 2026 dengan pendampingan lima dosen pembimbing lapangan (DPL).
Dekan Fakultas Pertanian UNISKA MAB, Prof. Dr. Ir. Hj. Tintin Rostini, S.Pt., M.P., menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi kerja sama antara UNISKA dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Fokus utamanya adalah pengembangan potensi lokal melalui pemanfaatan tanaman susupan gunung (Neptunia oleracea).
“Tanaman ini memiliki potensi besar sebagai bahan baku pakan ternak, pakan ikan, hingga produk olahan bernilai ekonomi. Melalui teknologi tepat guna, kami ingin mendorong kawasan agrominapolitan yang berkelanjutan dan inovatif,” ujarnya.
Ketua Pelaksana PMMP, Dr. Siti Dharmawati, M.P., menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya melakukan pengabdian, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani serta pelaku usaha tani setempat.
“Mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, mentransfer ilmu, sekaligus belajar dari kondisi riil di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UNISKA MAB Banjarmasin, Prof. Dr. H. Muhammad Zainul, S.E., M.M., berpesan agar para peserta menjaga nama baik almamater selama menjalankan tugas. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai ruang implementasi ilmu secara nyata.
“PMMP ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, UNISKA tidak hanya memperkuat peran akademisi dalam pengabdian masyarakat, tetapi juga mendorong kolaborasi strategis antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat. PMMP menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam pembangunan desa yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.(fin/KPO-1)















