Puluhan Pasar Swasta di Banjarmasin Tak Berizin

Pasar yang ada di bahu jalan bisa dikategorikan sebagai pasar liar, karena sudah dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga lainnya

BANJARMASIN, KP – Seluruh pasar tradisional yang dikelola pihak swasta di Kota Banjarmasin ternyata dibiarkan tidak memiliki izin seperti yang disyaratkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 56 Tahun 2014 tentang Pedoman Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Salah satu ketentuan di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 56 Tahun 2014 adalah mewajibkan pengelola pasar tradisional melengkapi Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional (IUPPT).

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar tidak membantah belum berizinnya pasar tradisional yang dikelola pihak swasta itu.

Menurut data pada Diperdagin ada 30 – 35 pasar swasta yang berdiri di Banjarmasin. Semuanya belum ada izin.

“Sedangkan pasar milik Pemko atau pasar rakyat resmi sesuai Perwali Nomor : 49 tahun 2017 ada sebanyak 29 pasar,” ujarnya Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom M Tezar.

Kepada {KP} baru-baru saat berada di gedung DPRD Kota Banjarmasin ia menjelaskan, untuk mendapatkan legalitas pasar ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti adanya tempat parkir, fasilitas umum, hingga toilet.

Berita Lainnya

Kejar Target Vaksinasi Agar Keluar Dari Level IV

1 dari 3.574

Tak hanya itu, Tezar juga mengungkapkan, pasar yang ada di bahu jalan bisa dikategorikan sebagai pasar liar, karena sudah dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga lainnya.

Disperdagin sendiri katanya, tidak bisa melakukan penertiban terhadap pasar yang belum berizin. Sebab, kewenangan dalam melakukan penertiban termasuk penindakan ada di SKPD lain.

“Sementara jika ditertibkan kasihan mereka dalam berusaha. Apalagi di pasar tradisional umumnya pedagang kecil,” katanya.

Meski demikian Ichrom M Tezar menyampaikan himbauan, agar pedagang disiplin untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar dan kepada pengelola wajib menyiapkan sarana fasilitas sesuai ketentuan berlaku.

Ditanya apakah para pedagang di pasar swasta tak berizin itu dikenakan retribusi, Tezar menjelaskan sama sekali tidak dipungut.

” Termasuk juga untuk penyediaan anggaran dalam pemeliharaan, karena pasar pasar tersebut dikelola oleh pihak swasta,” tandasnya.

Bahkan untuk menjadi catatan pasar-pasar tradisional milik swasta yang tak memiliki izin tersebut sudah beroperasi selama puluhan tahun, namun sampai sekarang tak pernah tersentuh kebijakan penertiban dari Pemkot Banjarmasin.

Dari sekian pasar tradisional dikelola swasta di kota ini diantaranya Pasar Sungai Andai, Pasar Kalindo di Jalan Belitung Darat dan Pasar Baimbai yang ada di kawasan Jalan Kelayan B. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya