Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Martapura

Sulap Beras dan Serai Jadi Cuan, Tim Teknik Industri UNISKA MAB Bekali Ibu-ibu PKK Desa Babirik Keterampilan Wirausaha

×

Sulap Beras dan Serai Jadi Cuan, Tim Teknik Industri UNISKA MAB Bekali Ibu-ibu PKK Desa Babirik Keterampilan Wirausaha

Sebarkan artikel ini
IMG 20260723 WA0038
Dyah Sri Wulandari, S.E., M.M., bersama tim mahasiswa dari UNISKA saat memberikan bekal kelompok ibu-ibu PKK dalam mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan inilah saat foto bersama. (Kalimantanpost.com/Foto:Dok UNISKA)

MARTAPURA, Kalimantanpost.com – Potensi beras dan tanaman serai yang melimpah di Desa Babirik, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, mulai dilirik sebagai peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Selama ini, sebagian hasil pertanian warga masih dijual dalam bentuk bahan mentah kepada pengepul dengan harga yang cenderung fluktuatif. Sebagian lainnya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kalimantan Post

Melihat potensi tersebut, tim akademisi Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Balai Desa Babirik.

Kegiatan ini secara khusus menyasar kelompok ibu-ibu PKK yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Program yang digawangi Dyah Sri Wulandari, S.E., M.M., bersama tim dan mahasiswa tersebut dirancang untuk menjawab salah satu persoalan utama masyarakat, yakni masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.

Sebanyak 15 kader PKK dilibatkan secara langsung dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih enam bulan itu. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga mengikuti praktik pengolahan beras dan serai menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu PKK dibekali keterampilan membuat tepung beras dan serbuk serai.

Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan pengetahuan dasar kewirausahaan serta teknik pengemasan produk yang higienis, menarik dan memiliki daya saing.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta.

Berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test, tingkat pemahaman mitra yang sebelumnya hanya 20,25 persen meningkat menjadi 85,25 persen setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan.

Baca Juga :  Aparat Gabungan Siap Amankan 32 TPS Pilkades Serentak

Tidak hanya dari sisi keterampilan, program tersebut juga berhasil meningkatkan kepercayaan diri peserta untuk memulai usaha secara mandiri. Indikator kepercayaan diri mitra yang semula berada di angka 16 persen meningkat tajam menjadi 81 persen pada akhir kegiatan.

Sementara itu, kesediaan warga untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan menjadi indikator dengan capaian tertinggi, yakni mencapai 89,5 persen.

Capaian tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi kelompok ibu-ibu PKK Desa Babirik untuk bertransformasi menjadi kelompok ekonomi produktif.

Dengan mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah, masyarakat diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi mampu membangun usaha mikro berbasis rumah tangga.

Program pemberdayaan ini sekaligus diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan ekosistem UMKM di Desa Babirik yang memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal secara berkelanjutan.

Kegiatan PKM tersebut terlaksana berkat dukungan pendanaan hibah APBU 2026 yang disalurkan melalui LPPM UNISKA MAB.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan