Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Terbatas Personil, BPBD Banjarbaru Harus Berbagi Tugas Tangani Covid-19 dan Karhutla

×

Terbatas Personil, BPBD Banjarbaru Harus Berbagi Tugas Tangani Covid-19 dan Karhutla

Sebarkan artikel ini
IMG 20210802 WA0080

Banjarbaru, KP – Saat ini Kota Banjarbaru tengah berada pada musim panas dan hujan, ancaman bencana Karhutla kembali menjadi hal yang patut di waspadai.

Kalimantan Post

Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahrani mengatakan saat ini BPBD Kota Banjaru juga tengah berjibaku melawan kasus Covid-19. Dimana tim yang terdiri 24 orang ini tidak hanya menanggulangi bencana karhutla, namun juga pelaksanaan prokes pemakaman jenazah terkonfirmasi Covid-19.

Menurutnya, kurang nya personil di lapangan untuk pemadaman kebakaran hutan (karhutla) menjadi salah satu kendala saat ini. Zaini menjelaskan jika jumlah personil BPBD sebanyak 35 orang dan terbagi dari tim Covid-19 sebanyak 24 orang.

“Dalam waktu yang bersamaan, saat sedang melakukan pemulasaran jenazah Covid-19 dan terjadi karhutla. Tentu kami prioritaskan pemulasaran jenazah dulu, karna bersangkutan dengan manusia. Lain hal jika karhutla mendekati permukiman warga,” katanya, Senin (02/08/2021).

Untuk Kota Banjarbaru sendir ada empat titik yang rawan terjadi karhutla yaitu di Guntung Damar di Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang di Kelurahan Landasan Ulin Selatan dan Utara, Kecamatan Cempaka yang hampir menyeluruh, dan Guntung Manggis.

“Guntung Damar menjadi fokus perhatian kami, karna disitu ada Bandara Syamsudin Noor, dan sangat vital,” ucapnya.

Hingga kini luasa lahan yang sudah terbakar seluas kurang lebih 30 hektare, dengan wilayah yang terbanyak di Guntung Manggis.

Zaini menambahkan, permasalahan yang di hadapi tidak hanya di karhutla saja, melainkan bersamaan dengan Covid-19 yang saat ini meningkat.

“Di karhutla, kami tidak memiliki anggaran sama sekali, karena APBD 2021 sudah dialihkan ke Covid-19. Namun kami sudah mengusulkan perubahan APBD untuk posko selama tiga bulan lamanya paling tidak,” ucapnya.

Baca Juga :  Karhutla Meluas 945 Hektare, Banjarbaru Dikepung Kabut Asap Tebal

Lanjut Zaini, sedangkan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih dibantu dengan peralatan pemadaman api yang lengkap di setiap kelurahannya, serta tandon air sebagai bahan semprotnya.

“Mesin, selang hisap, selang semprot, nozel, hingga tossa yang sudah diberikan pada tahun lalu,” ujar Zaini. (dev/KPO-1)

Iklan
Iklan