Ibnu Sebut Maraknya Tawuran di Siring, Dampak Kelamaan Libur Sekolah

Apa yang dikatakan Lurah Gadang tersebut memang benar terjadi. Pasalnya, dalam bulan September tahun 2021 ini saja, aksi saling berbalas jotosan dan serangan itu sudah dua kali terjadi.

BANJARMASIN, KP – Belakangan ini, kawasan objek wisata Siring Piere Tendean, Banjarmasin kerap dijadikan lokasi aksi saling serang atau tawuran oleh sekelompok remaja.

Bahkan, belum lama tadi, Askar yang menjabat sebagai Lurah di wilayah tersebut mengakui, kegiatan negatif tersebut sudah puluhan kali terjadi. Bahkan kebanyakan disebabkan oleh minuman keras

Apa yang dikatakan Lurah Gadang tersebut memang benar terjadi. Pasalnya, dalam bulan September tahun 2021 ini saja, aksi saling berbalas jotosan dan serangan itu sudah dua kali terjadi.

Pertama, tawuran antar kelompok remaja tersebut pecah pada Minggu (12/09) pagi, di pertigaan Jalan Piere Tendean.

Kemudian, sepekan kemudian, aksi serupa kembali terjadi di lokasi yang berjarak tak jauh dari lokasi minggu sebelumnya. Atau tepat terjadi di siring depan Rumah Anno.

Tawuran kedua di Bulan September itu tidak sengaja terekam kamera drone milik salah satu warga yang ingin membuat konten mengenai keindahan objek wisata andalan Kota Banjarmasin ini.

Dalam video yang sudah viral di Instagram tersebut memperlihatkan sekelompok pemuda dengan leluasa menyerang lawannya yang sedang asyik bermain skateboard.

Berita Lainnya
1 dari 3.726

Hal itu memicu amarah pemuda pemain skateboard lainnya yang akhirnya terjadi aksi serangan balasan.

Rupanya kabar tawuran yang menjadi sorotan massa tersebut sudah sampai ke telinga Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Saat dimintai tanggapan, Ibnu menilai aksi saling balas serangan antar remaja yang belakangan marak terjadi di Siring Piere Tendean itu terjadi akibat mereka sudah terlalu lama tidak menjalani sekolah tatap muka dan mendapat nasehat dari guru-guru di sekolah.

“Mungkin anak-anak kita ini sudah kelamaan libur sekolah,” ungkapnya saat ditemui awak media di Balai Kota.

Lantas mengapa aksi saling balas serangan itu bisa sampai terulang di kawasan yang sama? Apakah tidak ada penjagaan dari pihak terkait, terutama Satpol PP?

Terkait hal itu, Ibnu mengklaim bahwa saat itu kawasan siring sudah dijaga oleh aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) dan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin.

“Pagi sudah ada penjagaan oleh petugas Satpol PP dan Dishub. Tapi kan siring itu luas,” kilahnya.

Karena itu, Ibnu menekankan kepada setiap orangtua agar bisa memberi pengawasan terhadap anak-anaknya.”Perlu pengawasan ekstra. Khususnya dari orangtuanya. Jangan terlalu mudah melepas anak dalam beraktivitas. Kita minta dijaga lah anak-anaknya,” tekannya.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya