Meski kasus COVID-19 turun, DPRD Kalteng Ingatkan Pemda Tak Lengah

Sekalipun jumlah kasus COVID-19 di provinsi ini mulai mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan dari Juli sampai Agustus 2021, namun kewaspadaan harus tetap dipertahankan, kata Abdul Razak usai memimpin rapat paripurna di DPRD Kalteng, Senin (13/9).


PALANGKA RAYA, KP — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah Abdul Razak mengingatkan sekaligus pemerintah beserta seluruh elemen di daerah setempat, agar tetap waspada dan tidak lengah terhadap penyebaran COVID-19.

Sekalipun jumlah kasus COVID-19 di provinsi ini mulai mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan dari Juli sampai Agustus 2021, namun kewaspadaan harus tetap dipertahankan, kata Abdul Razak usai memimpin rapat paripurna di DPRD Kalteng, Senin.

“Kami melihat, penularan COVID-19 masih tetap menjadi ancaman serius bagi masyarakat, sehingga upaya penanganan harus terus dilakukan dan secara berkelanjutan,” ucapnya.

Wakil rakyat Kalteng dari daerah pemilihan III meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara itu pun mengapresiasi berbagai berbagai kebijakan dan langkah strategis pemerintah pusat berasama provinsi, kabupaten/kota serta berbagai pihak dalam mengendalikan penularan COVID-19 di wilayah ini.

Berita Lainnya
1 dari 570

Abdul Razak mengatakan, grafik penularan COVID-19 di Kalteng sudah menurun, bahkan sejumlah kabupaten di provinsi ini yang awalnya zona merah, sekarang menjadi kuning menuju hijau.

“Penurunan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam melakukan pengendalian. Tapi, ya jangan lengah dan harus tetap waspada,” pinta dia.

Menurut Anggota DPRD Kalteng tiga periode itu, selain penegakan protokol kesehatan, anggaran penanganan COVID-19 harus tetap juga bisa dialokasikan secara baik. Kemudian, kewajiban pemerintah membayar insentif para tenaga kesehatan, juga harus dipenuhi dan tidak ada keterlambatan dalam pembayarannya.

Dia mengatakan koordinasi pemerintah provinsi dengan kabupaten maupun kota di Kalteng, harus lebih ditingkatkan dalam hal menyelenggarakan program vaksinasi. Dengan begitu, vaksinasi COVID-19 bisa lebih optimal dan menjangkau semua komponen masyarakat, khususnya yang tinggal di pelosok-pelosok.

“Tujuan vaksinasi itu kan untuk membentuk kekebalan komunitas, makanya pelaksanaannya harus bisa menjangkau seluruh pelosok di daerah ini,” demikian Abdul Razak. (KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya