Pemprov Kalteng Siapkan Strategi, Cegah Cluster Baru Pasca Banjir

Palangka Raya, KP – Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo menyatakan bagi pendatang yang akan memasuki wilayah Kalteng hanya wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen.

Wagub menyatakan hal itu, Senin (13/9) saat dialog nasional Indonesia Bicara “Percepatan Penanganan Covid 19”. Hasil negatif itu sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangka tan sebagai persyara tan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Dijelaskan diawal-awal ketika kasus Covid-19 ditandai munculnya cluster baru delta, untuk dua kasus yang ditemukan, virus tersebut cepat menyebar keseluruh masyarakat di Kalteng.

Langkah-langkah bijak dan cepat serta tepat yang dilaksanakan Kalteng, kita memberlakukan wajib swab PCR untuk bisa masuk melalui jalur udara.

Sehingga kata kuncinya adalah memutus penyebaran virus corona ini dengan cara memberikan semacam penegasan, bahwa wilayah-wilayah seperti jalur perhubungan di Bandara memberlaku kan swab PCR atau antigen.

Lebih jauh dijelaskan, setelah keadaan mulai normal, Pemerintah mengganti aturan perjalanan, yang sebelumnya menggunakan uji polymerase chain reaction (PCR) menjadi rapid test antigen.

Berita Lainnya
1 dari 949

Kondisi ini sudah di tarik kembali, karena keadaan sudah normal, hanya menggunakan antigen dan sebagainya sehingga masyarakat bebas keluar masuk tapi tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sebagaimana yang diisyaratkan.

Wagub juga mengatakan saat ini Kalteng sedang mengalami musibah banjir. Dari 14 Kabupaten/Kota, ada 11 Kabupaten dan 1 Kota yang terdampak banjir.

Dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 pasca banjir, Pemprov bekerjasama denga stakeholder terkait termasuk Dinas Kesehatan, BPBD dan TNI/Polri melakukan monitoring dan menempatkan tim-tim medis yang ada dilokasi-lokasi banjir sehingga bisa memonitor perkembangan warga Kalteng agar tidak menjadi cluster baru.

Untuk diketahui, kebijakan Penanganan Covid-19 yang diterapkan di Kalteng meliputi penetapan Status Tanggap Darurat, penerapan PSBB di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas, penerapan Wajib Negatif PCR masuk wilayah administrasi Kalteng, penerapan PPKM Mikro di Kalteng dan penerapan PPKM Level 4 di Kalteng.

Kegiatan dialog tersebut juga menghadirkan narasumber lainnya diantaranya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Juru bicara vaksin Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.

Saat jadi paparan materi, Wagub didampingi Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul dan Plt. Kalaksa BPB-PK Prov. Kalteng Erlin Hardi.(drt/k-10).

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya