PLN Himbau Jangan Main Layangan di Tengah Kota

Banjarmasin, KP – Permainan layangan yang kini mulai kembali digandrungi anak-anak di Kota Banjarmasin rupanya memiliki resiko tersendiri yang bisa membahayakan keselamatan.

Bukan tanpa alasan, salah satu permainan tradisional yang mengandalkan kecepatan hembusan angin untuk menerbangkannya itu bisa menimbulkan korsleting jika tersentuh dengan kabel bertegangan tinggi milik PLN.

Manager PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Lambung Mangkurat, Windy Lestari menjelaskan hal tersebut dikarenakan terdapat jaringan kabel bertegangan 20 Kilo Volt atau 20.000 volt yang membentang di setiap sudut Kota.

“Kabel ini sangat sensitif, sedikit saja tersentuh maka aliran listrik akan terganggu,” ucapnya saat ditemui awak media di sela penanaman pohon di Sepanjang Jalan Sutoyo S, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Jumat (3/9) pagi.

Saking sensitifnya, Windy membeberkan, apapun yang tersentuh dengan kabel bertegangan tinggi tersebut bisa membuat aliran listrik di kawasan sekitar sana padam.

“Apalagi sekarang lagi ramai-ramainya kegiatan layangan. Makanya kami sedang gencar melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar kabel jaringan PLN,” ungkapnya.

Kegiatan yang dimaksud Windy tersebut seperti bermain layangan, memancing atau menebang pohon. Kemudian jangan membakar apapun di bawah jaringan listrik.

Khususnya jaringan 20 KV atau 20 ribu Volt yang berfungsi untuk mengalirkan tegangan listrik dari gardu induk.

Berita Lainnya
1 dari 3.568

Lalu, pihaknya juga meminta masyarakat agar memperhatikan jarak aman minimal 3 meter dari jaringan listrik ketika mendirikan bangunan, baliho umbul-umbul dan bangunan lainnya.

Terkait layangan, pihaknya mengaku selalu melakukan sosialisasi baik di wilayah Lambung Mangkurat maupun A Yani terkait bahaya main layangan di tengah kota bagi anak-anak.

“Kami juga melakukan patroli jaringan di setiap harinya. Ketika ada Petik atau benang layangan yang nyangkut di kabel jaringan langsung kami bersihkan,” ujarnya.

“Karena bahaya, sedikit saja tersentuh, itu langsung padam dan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi penghantar listrik,” tambahnya.

Selain antisipasi dari dampak yang ditimbulkan dari layangan, pihaknya juga melakukan pemangkasan dahan pohon yang menyentuh kabel jaringan PLN.

Untuk pohon yang masih hijau pihaknya melakukan perintisan dengan memangkas dahan yang beresiko menyentuh jaringan. Tapi untuk yang sudah kering, pohon tersebut akan ditebang.

“Nauzubillah, kalau terjadi hujan lebat dan pohon kering itu tumbang kemudian menimpa jaringan dan pengendara di jalan. Makanya kita lakukan pemangkasan untuk dahan pohon khusus pohon di bawah jaringan,” jelasnya.

Menurutnya, yang bisa menghambat arus listrik atau thrift itu hanya 3 kemungkinan, layangan, dahan atau daun pohon dan binatang.

“Seperti di Sungai Andai itu sering padam gara-gara banyak monyet, burung dan tupai yang naik ke kabel jaringan disana,” tuntasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya