Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

98,59 Persen Lansia Banjarbaru Mandiri

×

98,59 Persen Lansia Banjarbaru Mandiri

Sebarkan artikel ini

Program Pemberdayaan dan Layanan Kesehatan Diperkuat

Hal 6 3 KLM BJB 2
PEDULI LANSIA: Lansia mengikuti kegiatan pemberdayaan dan layanan kesehatan di Banjarbaru. Berbagai program sosial, kesehatan, dan ekonomi terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, aktif, dan mandiri. (KP/Devi)

Banjarbaru, KP– Kota yang ramah terhadap lansia bukan hanya soal banyaknya bantuan sosial yang dibagikan. Lebih dari itu, bagaimana para warga lanjut usia tetap sehat, aktif, produktif, dan mandiri menjadi ukuran keberhasilan pembangunan manusia.

Gambaran itu terlihat di Banjarbaru. Berdasarkan data 2025, tingkat kemandirian lansia di kota ini mencapai 98,59 persen atau jauh melampaui target nasional sebesar 75 persen.

Kalimantan Post

Momentum Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memperkuat komitmen menghadirkan ruang hidup yang lebih layak bagi warga usia senja. Tema nasional Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh menjadi pengingat bahwa lansia bukan sekadar penerima layanan sosial, tetapi bagian penting dari kekuatan sosial masyarakat.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, mengatakan perhatian terhadap kelompok lanjut usia terus diperkuat melalui berbagai program bantuan sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

“Semoga bantuan rutin yang terus disalurkan pemerintah seperti bantuan RTLH, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan beras, serta bantuan lansia dari Dinas Sosial dapat meringankan beban hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lanjut usia,” ujarnya.

Perhatian pemerintah terhadap lansia juga terlihat melalui kunjungan langsung ke rumah warga lanjut usia yang membutuhkan bantuan. Salah satunya saat kunjungan ke rumah Nenek Saniah di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, yang sebelumnya menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya ramai di media sosial.

Selain bantuan sosial, program pemberdayaan terus diperluas. Melalui Sekolah Lansia Tangguh yang berjalan di sejumlah wilayah seperti Syamsudin Noor dan Bangkal, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai kesehatan, sosial, spiritual, hingga kemandirian ekonomi.

Program serupa juga berkembang melalui SIDAYA (Lansia Berdaya) di Kelurahan Palam. Program tersebut memberikan pelatihan keterampilan produktif, termasuk pengembangan kerajinan berbahan purun yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga aktivitas sosial para peserta.

Baca Juga :  Pemko Banjarbaru Terima LHP LKPD 2025, Lisa Tekankan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

Pada sektor kesehatan, layanan bagi lansia diperkuat melalui Posyandu Lansia dan skrining kesehatan berkala di puskesmas.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Maulida, mengatakan skrining rutin dilakukan menggunakan instrumen SKILAS dan ADL untuk mendeteksi penurunan fungsi tubuh serta mengukur tingkat kemandirian lansia.

“Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, kondisi kesehatan lansia dapat dipantau lebih awal sehingga risiko penyakit maupun penurunan fungsi tubuh dapat segera ditangani,” katanya.

Selain capaian angka kemandirian yang tinggi, Banjarbaru juga mencatat capaian skrining kesehatan lansia sebesar 68,89 persen. Seluruh puskesmas di Banjarbaru juga telah memenuhi standar Puskesmas Santun Lansia dengan capaian 100 persen.

Meski demikian, tantangan masih tersisa. Salah satunya memperluas cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) agar semakin banyak lansia memperoleh layanan deteksi dini secara optimal.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Cinta Lansia dengan kampanye 30 Menit Bersama Lansia, Hadirkan Senyum, Sehatkan Lansia. Kampanye tersebut mengajak masyarakat meluangkan waktu bersama orang tua maupun warga lanjut usia di lingkungan sekitar.

Sebab, ketika warga lanjut usia tetap sehat, aktif, dan mandiri, kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan ikut meningkat. (Dev/K-5)

Iklan
Iklan