Sinergi Polri dan Staf Khusus Presiden RI
Berhasil Vaksinasi 2.167 Orang

Banjarmasin, KP – Polda Kalsel kembali menggelar program Vaksinasi Merdeka Sinergi Polri dan Staf Khusus Presiden RI yang dilaksanakan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Senin (13/9).

Kegiatan ditinjau Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, S.I.K., M.Si. didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kalsel, Danlanal Banjarmasin, Kadinkes Kalsel, Wakil Rektor ULM Banjarmasin dan Ketua BEM ULM Banjarmasin.

Wakapolda menerangkan bekerjasama dengan Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Pemerintah Daerah dan ULM Banjarmasin, Vaksinasi Merdeka Polda Kalsel kali ini menargetkan sebanyak 1.500 orang peserta terdiri dari mahasiswa/i maupun masyarakat sekitar.

Terkait ketersediaan dosis vaksin, Wakapolda mengatakan, pihaknya menyediakan sebanyak 2.000 lebih dosis vaksin.

Jenderal bintang satu ini berharap, pencapaian target vaksinasi di wilayah Kalsel terus meningkat dengan pesat agar masyarakat memiliki herd immunity yang baik sehingga dapat menekan angka kematian yang disebabkan Covid-19.

Masyarakat pun diimbau, mendatangi gerai-gerai atau tempat-tempat yang melaksanakan kegiatan vaksinasi, guna mendapatkan suntik vaksin.

Berita Lainnya
1 dari 1.535

Selain itu diharapkan juga pelaksanaan vaksinasi lebih masif sehingga proses untuk pengendalian sampai tahap menghentikan penyebaran Covid-19 bisa dimaksimalkan.

Pada kegiatan tak kurang dari 2.167 orang berhasil divaksin dalam kegiatan vaksinasi di dua titik.

Yakni 1.199 orang di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Jalan Hasan Basry dan 968 orang di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjarmasin (UNISKA), Jalan Adhyaksa, Kota Banjarmasin.

Sebanyak 895 di antaranya disuntik vaksin dosis pertama sedangkan 304 lainnya disuntik vaksin dosis kedua.

Kabiddokkes, Kombes Pol dr Ubaidillah mengatakan, memang tak semua peserta yang hadir dapat langsung divaksin.

Pasalnya sebagian harus ditunda pemberian vaksinnya karena alasan kesehatan.

“Ada 45 orang di ULM yang ditunda vaksinnya karena faktor kesehatan,” kata Kabiddokkes. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya