Air Sungai Pasang Tenggelamkan Jalan Simpang Pangambangan

Kerapnya air pasang Banjar akhirnya sejumlah warga sekitar pun sangat berharap, agar pihak Pemko Banjarmasin segera melakukan perbaikan

BANJARMASIN, KP – Belakangan ini air pasang di Banjarmasin makin tak terbendung. Bahkan, Selasa (05/10.2021) naiknya air pasang yang disusul intensitas curah hujan cukup tinggi tak pelak membuat sejumlah ruas jalan di Kota Banjarmasin terendam.

Salah satunya yang paling parah dan menjadi langganan hingga menenggelamkan bahu jalan adalah di kawasan Jalan Simpang Pangambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Akibatnya sepanjang jalan yang berada di tepian Sungai Martapura itu praktis lumpuh total dan tidak bisa dilintasi warga.

Sejumlah warga sekitar pun sangat berharap, agar pihak Pemko Banjarmasin segera melakukan perbaikan

Dikatakan kondisi jalan yang tidak bisa dilalui terutama saat naiknya air pasang sungai ini sudah berlangsung sekitar lima tahun.

” Sebab ketinggian air yang merendam bahu jalan bisa sampai leher orang dewasa,” kata sejumlah warga sekitar.

Wakil Ketua RT 28 Sahibun Saqif kepada {KP,} Selasa (5/10/2021) menyebut, kondisi jalan yang sangat memprihatinkan dan menuntut perbaikan itu sepanjang 120 meter.

Dikemukakan, jalan tersebut sangat vital karena dilalui oleh warga yang tinggal di RT 9,10 dan RT 28 Jalan Simpang Pangambangan.

” Warga hanya bisa melintas di jalan ini kecuali air sungai sudah surut,” ujar Iyus salah warga sekitar menambahkan.

Berita Lainnya
1 dari 3.726

Diakui terendamnya jalan tersebut, memang sulit dihindari lantaran berada di tepi sungai sehingga rawan mengalami erosi.

Sementara Ketua RT 9 Simpang Pangambangan Halim Ahmad menungungkakan. tahun 2019 lalu Pemko Banjarmasin sudah membebaskan puluhan rumah warga terutama di tepian sungai dengan memberikan kompensasi ganti rugi dan selanjutnya berencana akan peninggian bahu jalan di kawasan tersebut.

” Terkait rencana ini kita sangat berharap, Pemko Banjarmasin segera merealisasikan peninggian jalan Simpang Pangambangan ini,” katanya.

Sebelumnya ia juga menjelaskan, untuk menahan masuknya air pasang dan tidak merendam bahu jalan Pemko Banjarmasin juga sudah melakukan beberapa kali penyiringan tepi sungai dengan menggunakan bahan kayu ulin.

” Namun perbaikan sudah lama membuat Siring jebol,sehingga saat air pasang terendamnya Jalan Simpang Pangambangan ini sulit dihindari,” ujarnya.

Terpisah Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Chandra menyelaskan, perbaikan Jalan Simpang Pangambangan sebenarnya sudah masuk program Dinas Perkim tahun 2019 lewat program Kotaku.

Namun ungkapnya, karena ada beberapa hal yang sudah bukan kriteria dari program tersebut kemudian dilimpahkan ke PUPR pada tahun 2020.

Untuk melakukan perbaikan menurutnya, DPUPR sudah mengalokasikan anggaran Ro 45 miliar dalam 2021 tahun ini.

” Tetapi karena situasi Covid-19, anggaran DPUPR dilakukan refocusing, sehingga perbaikan Jalan Simpang Pangambangan gagal direalisasikan tahun ini.

” Meski demikian perbaikan jalan itu sudah kami usulkan dalam RAPBD tahun 2022,” ujarnya.

Menurutnya karena jalan berada di tepian sungai dan rawan longsor, maka perbaikannya nanti selain dilakukan penyiringan,tapi dengan menggunakan Pondasi Pile Slab yang merupakan struktur pondasi yang di tumpu tiang pancang, seperti jembatan dengan sistem beton.(nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya