Martapura, KP – Bupati Saidi Mansyur menegaskan, kue atau wadai tradisional tidak dapat dipisahkan dari adat budaya masyarakat Banjar.
“Wadai harus terus dilestarikan sebagai salah satu aset budaya kita,” katanya saat membuka Festival Budaya Banjar tahun 2021, di halaman Kantor Bupati, pekan kemarin.
Menurutnya, wadai tradisional Banjar, tentu harus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi saat ini dan mendatang yang juga diminta untuk melestarikannya.
Dia pun sangat mengapresiasi Festival Budaya Banjar ini dengan beberapa kegiatannya, selain Lomba Kue Tradisional, juga Bamandi Tujuh Bulanan, Lomba Masak Serba Ikan dan Lomba Produk Unggulan.
“Esensi kegiatan ini untuk peningkatan kualitas hidup dan SDM melalui pemenuhan gizi masyarakat, menumbuhkan kewirausahaan dan peningkatan ekonomi berbasis kerakyatan,” tandasnya.
Kegiatan ini juga bagian dari kekayaan budaya Banjar, contohnya ritus bemandi tujuh bulanan, harus terus dilestarikan dan digali kembali sebagai salah satu aset budaya.
“Begitu juga lewat lomba masak serba ikan, tercipta beraneka ragam menu masakan berbahan baku ikan,” tandasnya.
Kemudian distribusi informasi menu masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat dan edukasi manfaat makan ikan bagi kesehatan.
“Serta mendorong tumbuh berkembangnya usaha kuliner berbasis ikan,” harapnya.
Ketua TP PKK Hj Nurgita Tiyas menambahkan, kebudayaan Banjar merupakan salah satu warisan yang harus dilestarikan ditengah dinamika perkembangan dunia saat ini, sehingga pihaknya bersama Dharma Wanita Persatuan dan Pemkab setempat menghadirkan festival ini.
Bupati didampingi Ketua TP PKK, Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyie, Sekdakab HM Hilman, Asisten I Masruri, Plt Asisten II Ikhwansyah, lalu meninjau stand peserta untuk melihat aneka kuliner dan produk yang dilombakan. (wan/K-7)















