Martapura, KP – Pemkab Banjar melalui Dinas Pertanian bergerak cepat menghadapi ancaman cuaca ekstrem dengan menggelar aksi penanganan dampak perubahan iklim (DPI).
Kegiatan ini dipusatkan di lahan Kelompok Tani Mufakat, Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Selasa (11/08/2026).
Berlangsung di hamparan persawahan tepi sungai, aksi nyata ini bertujuan utama untuk mengamankan produktivitas hasil panen melalui pembersihan aliran sungai dari gulma dan rumput liar yang menghambat kelancaran air.
Hadir Kadis Pertanian Warsita didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nurul Chatimah, Koordinator Penyuluh serta PPL Sungai Tabuk dan para petani dari Kelompok Tani Mufakat.
Dalam kesempatan tersebut Warsita mengingatkan, ancaman perubahan iklim, seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta cuaca panas ekstrem akibat musim kemarau panjang harus diwaspadai bersama.
“Kami berharap kegiatan pengendalian ini dapat membudayakan semangat gotong royong,” tandasnya.
Nurul Chatimah menambahkan, tahun ini menghadapi musim kemarau terpanjang yang datang lebih awal dan berakhir lebih lama. Berdasarkan data BMKG, curah hujan yang turun pun sangat minim dan hanya sebatas membasahi permukaan tanah.
“Sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan, berbagai upaya taktis disiapkan,” ungkapnya.
Mulai penanaman varietas padi unggul lokal, seperti Siam Madu dan Siam Rukut, penggunaan mesin pompa air, normalisasi saluran irigasi hingga penerapan teknik budidaya minimum air menggunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation) yang menyalurkan air secara perlahan dan langsung ke akar tanaman melalui jaringan pipa kecil.
“Selain varietas lokal, petani juga dianjurkan menanam varietas padi yang terkenal tangguh terhadap kekeringan, seperti Inpari 38 Tadah Hujan, Padjadjaran dan Situ Bagendit yang terbukti toleran ditengah minimnya pasokan air,” pungkas Nurul. (Wan/K-5)















