Lahan Bekas Tambang Batu Bara bisa Direklamasi dengan Sawit

Banjarmasin, KP – Lahan bekas galian tambang batu bara yang cukup luas jika diolah lagi ternyata bisa lebih produktif. Misalnya saja, dengan dijadikan perkebunan kelapa sawit.

Hal tersebut diungkapkan Manager Kebun PT Citra Putra Kebun Asri (CPKA) Jorong Factory Eko Prianto kepada puluhan awak media cetak, elektronik dan online saat berkunjung langsung ke perkebunan dan pabrik baru-baru ini.

Para jurnalis yang mengikuti BPDPKS Journalist Fellowship & Training Batch II Wilayah Kalimantan 2021 tersebut diberikan pengetahuan mulai proses awal pengolahan sawit hingga menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan pemanfaatan limbah yang semuanya bermanfaat.

“Mereklamasi lahan bekas tambang menjadi perkebunan kelapa sawit bisa meningkatkan daya serap air yang selama ini menjadi isu miring kalau tanaman sawit rakus terhadap air dan menggangu ekosistem tumbuhan disekitarnya,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya siap jika lahan bekas tambang diberikan izin untuk direklamasi menjadi lahan sawit, setelah melewati berbagai proses persiapan lahan.

Eko juga menepis berbagai isu miring terkait perkebunan kelapa sawit, yang umumnya tidak berdasarkan fakta di lapangan. Padahal selama ini, sawit merupakan komoditas penghasil devisa ekspor terbesar bagi Indonesia.

Berita Lainnya

Bank Kalsel Tawarkan Kredit Investasi

1 dari 1.042

PT CPKA sendiri saat ini mampu menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 65000 ton perhari diatas lahan seluas 3000 hektare.

Dari besaran angka tersebut, ternyata semua limbah yang dihasilkan bisa bermanfaat semuanya.

“Limbah-limbah bekas pengolahan sawit di sini semuanya berguna, salah satunya diolah menjadi pupuk yang kemudian kita gunakan kembali. Dengan demikian tidak ada limbah yang dihasilkan. Justru, semua diolah menjadi organik tanpa campuran bahan kimia,” terangnya.

Eko menambahkan, semua bagian dari kelapa sawit itu bermanfaat, mulai dari tandan buah segar (TBS), biji, cangkang hingga ampas janjang kosong diolah menjadi pupuk.

Selain itu, air press maupun liqiudnya juga diolah menjadi energi listrik biogas. Bahkan, PT. CPKA dalam waktu dekat akan membangun pabrik yang memproduksi bahan baku pembuatan kertas.

Eko berharap, tidak ada lagi isu negatif perkebunan industri sawit menjadi penyebab hilangnya hutan tropis, penyebab kebakaran hutan, sampai minyak sawit tidak baik bagi kesehatan, atau stigma negatif lainnya.

“Kami perlu berjasama dengan semua pihak, termasuk media yang bisa memberikan informasi positif dan edukasi kepada masyarakat luas,” imbuhnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya