Anggota dewan membidangi pembangunan sesalkan kondisi jembatan yang sudah cukup lama mengalami kerusakan dan sudah tidak layak lagi dilalui itu, namun Pemko belum melakukan perbaikan
BANJARMASIN, KP – Sebagai kota dijuluki ‘Seribu Sungai’ Banjarmasin memiliki banyak jembatan dan titian. Meski Pemko Banjarmasin setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk perbaikan, namun masih banyak jembatan dan titian yang tersebar di kota ini dalam kondisi cukup memprihatinkan.
“ Masalahnya, karena jembatan serta titian yang konstruksinya dari kayu ulin itu rata-rata sudah berusia puluhan tahun, sementara hingga kini belum tersentuh perbaikan,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Afrizaldi dengan prihatin.
Kepada KP Kamis (23/12/2021) Afrizaldi. mengemukakan, dari puluhan jembatan dan titian yang menuntut perbaikan itu sebagian besar tersebar di wilayah pinggiran.
Seperti katanya, di Kecamatan Banjarmasin masih banyak titian dan jembatan di wilayah itu menuntut segera dilakukan perbaikan.
Anggota dewan membidangi masalah pembangunan ini menyesalkan, meski kondisi jembatan yang sudah cukup lama mengalami kerusakan dan sudah tidak layak lagi dilalui itu, namun pihak Pemko hingga kini belum ada tanda untuk sesegeranya melakukan perbaikan. . Padahal keberadaannya sangat vital bagi warga sekitar.
Menurutnya meski berada di kawasan pinggiran, namun sebagai kota yang terus mengalami perkembangan cukup pesat dengan arus lalu lintas yang semakin padat, tuntutan untuk pembenahan infrastruktur jembatan kayu ulin harus dilaksanakan.
Ditandaskan Wakil Ketua Komisi dari F-Partai Amanat Nasional ((F-PAN) ini, kebijakan penataan dan perbaikan jembatan dan titian kayu ulin wajib diprogramkan Pemko Banjarmasin demi menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, yakni mengganti dengan konstruksi beton yang lebih kokoh dan mampu bertahan lama..
Meski ia juga mengakui, karena terbatasnya beban anggaran tersedia tentunya untuk melakukan pembenahan dan perbaikan jembatan dan titian yang mengalami kerusakan tersebut tentunya harus diprogramkan secara bertahap.
Afrizaldi menyebut berdasarkan data, sedikitnya ada sekitar 475 jembatan yang tersebar di wilayah Kota Banjarmasin, namun ia memprediksi baru sekitar 50 persen yang sudah diganti dan dilakukan rehab perbaikan dengan konstruksi beton.
Diakuinya, memang perlu dana besar yang dibutuhkan untuk mengganti semua jembatan dan titian kayu dengan konstruksi beton tersebut.
“Sementara APBD Kota Banjarmasin sangat terbatas, sehingga perbaikan harus dilakukan secara bertahap dengan lebih mengutamakan skala prioritas, seperti di daerah pinggiran yang kini kondisi cukup memprihatinkan,” tandas Afrizaldi. (nid/K-3)















