Iklan
Iklan
Iklan
Banjarmasin

Masih Banyak yang Pakai Plastik di Pasar Pandu

×

Masih Banyak yang Pakai Plastik di Pasar Pandu

Sebarkan artikel ini
Aktivitas jual-beli di Pasar Pandu, Banjarmasin masih banyak ditemukan warga dan pedagang yang memakai kantong plastik sekali pakai (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Ujicoba Pasar Tradisional Bebas Sampah Plastik Sekali Pakai di dua pasar tradisional di Banjarmasin, resmi dimulai, Senin (13/12)

Namun dari pantauan di lapangan, khususnya di Pasar Pandu yang menjadi salah satu pasar percontohan program tersebut pada Senin (13/12) pagi, masih banyak warga yang berbelanja namun tidak membawa tempat untuk barang belanjaannya sendiri.

Alhasil pedagang pun terpaksa memberikan kantong plastik untuk membungkus barang belanjaan dari pelanggannya.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Pandu, Aliansyah mengatakan bahwa dirinya belum bisa sepenuhnya menerapkan pengurangan penggunaan plastik saat melayani pelanggan.

“Kalau pembelinya datang dengan tangan kosong atau tanpa membawa tas sendiri, mau tidak mau membungkuskannya pakai plastik lagi,” ujar Aliansyah.

Ia membeberkan, sebelumnya petugas sudah membagikan tas sekaligus melakukan sosialisasi bahwa sejak hari ini sudah diterapkan pengurangan sampah plastik di pasar ini.

“Kami para pedagang pun sebenarnya juga sudah ikut mensosialisasikan kepada para pelanggan. Tetapi memang pembelinya masih banyak yang tidak membawa tas belanjaan,” ungkap pria berusia 34 tahun ini.

Kendati demikian, sebagai pedagang ia mengaku bahwa dirinya sangatlah setuju serta mendukung program gerakan diet sampah plastik di Pasar Pandu ini.

“Kami sangat mendukung, karena ini juga akan mengurangi sampah plastik dan juga akan lebih meringankan pedagang juga,” katanya.

Meskipun lebih banyak warga yang berbelanja tidak membawa tas sendiri, namun beberapa di antaranya masih ada yang membawa tas sendiri, di antaranya menggunakan bakul.

“Dari awal tahun kemarin saya sudah pakai bakul kalau mau belanja di pasar ini,” ujar salah seorang warga sekitar Siti Rogayah.

Siti Rogayah pun mengaku sangat mendukung upaya pengurangan sampah plastik di pasar tradisional, meskipun masih berupa ujicoba.

Baca Juga:  DT Peduli Gelar Kajian Online, Hadirkan Meyda Sefira

“Bagus saja, karena ini untuk kebaikan lingkungan juga,” katanya.

Rogayah pun mengakui bahwa pembeli di pasar ini masih banyak yang tidak membawa tempat belanjaan sendiri, sehingga pedagang pun harus tetap memberikan kantong plastik.

“Padahal sudah disosialisasikan juga sebelumnya, dan sepertinya sosialisasinya harus tetap dilakukan,” pungkasnya

Seperti diketahui, sukses menjalankan gerakan supermarket atau retail modern tanpa plastik, Pemko Banjarmasin pun membuat program Pasar Tradisional Bebas Sampah Plastik yang dilaunching pada November lalu.

Penerapan program ini dilakukan di dua pasar tradisional di Banjarmasin yakni Pasar Pandu dan juga Pasar Pekauman.

Sosialisasi terkait program ini sendiri sudah berjalan, yang mana dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

Termasuk sebelumnya pembagian tas kain sebagai pengganti kantong plastik untuk para warga yang biasanya berbelanja di pasar dua pasar ini juga sudah dilakukan.

Tujuannya adalah agar ketika berbelanja, mereka sudah membawa tempat sendiri dan akhirnya mengurangi penggunaan sampah plastik. (Zak/KPO-1)

Iklan
Iklan