Banjarmasin,KP – Pengelolaan Air Limbah Kota Banjarmasin disadari semakin dituntut untuk meningkatkan pelayanan dalam rangka memberikan jasa pelayanan penyaluran air limbah kepada masyarakat kota ini.
” Tuntutan itu seiring maksud perubahan status badan hukum perusahaan daerah dari PD PAL berubah menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Kota Banjarmasin. ” kata anggota komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah.
Harapan itu disampaikan Awan Subarkah menyusul dilantiknya Ir Endang Waryono menjadi Direktur Utama Perumda PALD Kota Banjarmasin menggantikan Ir Rahmatullah oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.
Sebelum menduduki jabatannya yang baru, Endang Waryono adalah Kepala Pengawas Internal PDAM Bandarmasih.
Kepada sejumlah wartawan Senin (3/1/2022) Awan Subarkah, kedepan Perumda PALD menghadapi sejumlah pekerjaan rumah (PR), tidak hanya dalam rangka meningkatkan layanan, tapi juga menjadikan perusahaan milik daerah ini agar menjadi lebih sehat.
“Minimal mampu mempertahankan biaya operasional rutin yang harus dikeluarkan. Apalagi mampu meningkatkan pengembangan serta menambah jumlah pelanggan. ” tandasnya.
Anggota dewan senior dari F-PKS ini mengakui, dalam memberikan layanan pengelolaan air limbah Perumda PALD saat ini masih cukup terbatas dengan cakupan layanan baru mencapai 5,2 persen.
Menurutnya, pada tahun 2022 sesuai Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) Perumda PALD Kota Banjarmasin telah menargetkan capaian jumlah pelanggan minimal 15 persen.
Namun demikian ia kembali memaparkan, untuk mencapai target tersebut ada beberapa PR dan tantangan yang harus dihadapi.
Salah satunya ujarnya, mengubah mindset atau pola pikir masyarakat akan pentingnya sanitasi, masih minimnya perluasan jaringan perpipaan hingga permodalan yang dibutuhkan untuk meningkatkan jangkauan layanan sanitasi di seluruh. Kota Banjarmasin
Awan Subarkah mengungkapkan , dari laporan diterima komisi II Perumda PALD hingga kini baru memiliki sebanyak 7000 pelanggan.
Ia menilai jumlah tersebut, masih jauh dari target berdasarkan program pemerintah. Yakni selain terpenuhinya air bersih, tapi layanan sanitasi.
Sebelumnya Direktur Utama Perumda PALD Kota Banjarmasin Ir Endang Waryono berjanji akan siap bekerja keras untuk meningkatkan kemajuan serta pengembangan layanan air limbah di kota ini.
Tak kalah penting selain pengelolaan air limbah mampu meningkatkan program sanitasi di kota ini sebagaimana diamanatkan Bapak Walikota,” ujarnya kepada wartawan saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin dengan tutup sidang tahun 2921 dan buka sidang tahun 2022, Senin (3/1)2022) kemarin.
Sebelumnya ia mengakui, untuk mencapai tujuan itu tentunya haruslah didukung ketersediaan anggaran yang memadai.
Seperti ungkapnya, untuk mengoperasikan IPAL di kawasan Jalan Sultan Adam yang hingga kini masih terkendala.
Padahal lanjutnya, IPAL primer di kawasan itu sudah selesai dibangun sekitar tahun 2017 kalau, namun sampai sekarang belum dioperasikan.
“Masalahnya, karena tidak adanya ketersediaan anggaran akhirnya kita kesulitan untuk menyediakan jaringan perpipaan sekunder ke rumah pelanggan di kawasan itu,” ujarnya.
Disebutkan untuk membangun jaringan sekunder layanan air limbah satu ke rumah pelanggan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5 juta.
Lebih jauh ia juga mengakui, persoalan sanitasi khususnya terkait pembuangan limbah menjadi PR (pekerjaan rumah) yang harus dihadapi oleh setiap pemerintah daerah tak terkecuali Kota Banjarmasin.
Disebutkan, hingga saat ini di seluruh Indonesia baru sekitar 60,9 persen layanan sanitasi termasuk layanan air limbah yang tertangani dengan baik, dalam arti sesuai standar dan tidak mencemari lingkungan.
Dikemukakan Endang Waryono , saat ini Perumda PALD Kota Banjarmasin baru memiliki 7 (tujuh) unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersebar di beberapa kecamatan dengan kapasitas seluruhnya sebanyak 15.500 M3/hari.
Ketujuh unit IPAL yang dimiliki itu meliputi IPAL Jalan Lambung Mangkurat dengan kemampuan kapasitas terpasang 1000 M3/hari, IPAL Pekapuran 2500 M3, IPAL HKSN 5000 M3.
Selanjutnya IPAL Basirih 2000 M3, IPAL Tanjung Pagar 2000 M3, IPAL Sungai Andai dengan kapasitas 3000 M3. Terakhir yang kini masih belum dioperasikan adalah IPAL Jalan Sultan Adam dengan kapasitas 2000 M3 per hari. (nid/K-3)















