Banjarbaru,KP- Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin beserta Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah, Kepala Bappeda Kota Banjarbaru Kanafi, Kepala BPKAD Kota Banjarbaru Jainudin, serta dari Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Dinas LH Kota Banjarbaru mengadakan rapat tentang Perencanaan Pembangunan, Tata Ruang, Infrastruktur dan Kewilayahan di Kota Banjarbaru.
Dalam dalam rapat tersebut Aditya, Aditya mengusul rancangan pembangunan jalan posisi drainase berada di tengah. Mengadopsi oleh kolonial drainase berada di tengah.
“Kenapa ditengah, karena misalnya membangun ruko di pinggir, karena (drainase) di pinggir, drainasenya jadi ditutup dengan jembatan, akhirnya mampet, terganggu,” ujarnya.
Dilanjutkan pembahasan terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kepala Bappeda Kota Banjarbaru Kanafi menyebut telah ditetapkan, supaya walaupun Kota, harus tetap ada lahan pertaniannya.
“LP2B sudah kita tetapkan, tetapi ternyata LP2B kita itu termasuk yang rawa-rawa itu, wilayah yang berair itu yang sebagian besar kita tetapkan.” ujar Kanafi.
Sehingga direncanakan agar diadakan pertemuan dengan pemilik tanah, supaya Lahan Pertanian terus akan berkelanjutan. Agar walaupun di kota tapi tetap ada area pertanian.
Adapun perencanaan pembangunan stadion, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Abdussamad menjelaskan, Konsep pembangunan Sport Center atau Stadion ini di konsep dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH), karena bangunan yang terbangun tidak lebih 30% dari lahannya.
“Jadi antara stadion dengan Taman Ke hati itu dia satu kesatuan, karena kita membangun konsep Sport Center atau stadion ini, konsepnya memang sebagai RTH juga, karena yang terbangun itu tidak lebih dari 30% dari lahannya,” ujarnya.
Abdussamad juga menjelaskan rencana pembangunan Eks Lahan Pasar Bauntung, yang mana kalau memberatkan APBD akan ditawarkan ke pihak swasta untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau menggunakan dana APBD nantinya memberatkan, jadi bisa saja ini kita tawarkan ke pihak swasta, karena ini tentunya akan menghasilkan penghasilan, apalagi kalau Hotel pasti memberikan Pendapatan-pendapatan,” pungkasnya.
Dengan perencanaan yang matang, diharapkan pembangunan infrastruktur di Kota Banjarbaru berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. (Dev/K-3)















