Diskominfotik Klarifikasi Menara Roboh Karena Tali Skor Dilepas

Banjarmasin, KP – Insiden robohnya menara atau tower besi setinggi 20 meter di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin siang tadi membuat Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) angkat bicara.

Kepala Diskominfotik Banjarmasin, Windiasti Kartika mengatakan, tower besi yang roboh itu bukan jenis Base Transceiver Station (BTS), melainkan hanya menara biasa.

Ia menjelaskan, BTS itu adalah menara komersil yang digunakan oleh provider jaringan seluler untuk menyebarluaskan sinyal telepon dan internet.

Sedangkan menara yang roboh siang tadi adalah menara penguat sinyal atau repeater jaringan internet dan radio untuk di kawasan kantor Dishub Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat itu.

“Intinya itu bukan BTS, tapi itu menara penguat jaringan internet Pemko yang dikelola Diskominfotik,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Sabtu (28/05) malam.

Kemudian, Windi membeberkan, menara yang roboh tersebut juga masih berfungsi dengan baik sampai sekarang.

“Bahkan di tahun 2021 kemarin baru saja kita adakan anggaran pemeliharaan untuk mengganti tali skor dengan yang baru,” bebernya.

Hal itu bertolak belakang dengan pengakuan Kepala Dishub Banjarmasin, Slamet Begjo saat menjawab konfirmasi awak media pada Sabtu (28/05) siang, pasalnya ia mengatakan bahwa menara yang roboh itu sudah lama tidak berfungsi semenjak berpisahnya Kominfotik dengan Dishub pada tahun 2014 lalu.

“Memang itu menara lama, tapi fungsi dan kekuatannya masih bagus,” ungkap Windi menegaskan.

Bahkan, Windi mengaku, di tahun lalu pihaknya juga sudah mempertanyakan kelayakan dan fungsi menara yang roboh ini kepada Dishub, apakah masih dipergunakan atau tidak.

“Jawabannya masih, terutama untuk jaringan SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah) dan pembagian bandwidth internet untuk CCTV Dishub,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 4.950
loading...

Bukan tanpa alasan, ia menerangkan bahwa robohnya menara repeater ini berdampak besar pada suplai internet ke kantor Dishub Banjarmasin.

Lantas, apa yang menyebabkan menara repeater Dishub itu sampai roboh?

Terkait hal itu, Windi mengungkapkan, bahwa insiden robohnya menara ini dikarenakan adanya satu dari tiga tali skor penyangga tower yang sengaja dilepas akibat adanya pembangunan gedung di lingkungan kantor Dishub Banjarmasin.

“Karena memang ada sebagian pembangunan yang dilakukan di lingkungan kantor Dishub ini mengenai tambatan tali skornya,” ungkapnya.

Alhasil, Windi menambahkan, sementara berjalannya pembangunan, maka tali tersebut dilepas. Ia menduga ada terjadi kesalahan dari kontraktor proyek pembangunan yang menyebabkan robohnya menara.

“Dari penjelasan pekerja disana, tali itu memang sebelumnya sengaja dilepas, dan rencananya memang akan dipasang lagi. Mungkin karena adanya kesalahan, makanya roboh,” ujarnya.

Ia menyebut, berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya, keputusan untuk melepas tali skor menara itu juga atas persetujuan dari Dishub Banjarmasin.

“Padahal seyogyanya harus meminta izin dulu ke kami (Diskominfotik) selaku pemilik aset menara,” tandasnya.

“Tapi tadi pihak kontraktor bersedia untuk membangun ulang menara yang roboh ini seperti semula agar aktivitas di Dishub Banjarmasin kembali bisa beroperasi,” ungkapnya.

Namun ia masih belum bisa memastikan kapan menara pengganti yang mereka bangun itu kembali berdiri seperti awal. Termasuk penggunaan teknologi yang dipakai pada menara yang baru nanti.

“Yang pasti kami minta (menara) itu dikembalikan seperti semula, karena itu tercatat sebagai aset milik kami (Diskominfotik),” tegasnya.

“Selain kami, yang dirugikan akibat robohnya menara repeater ini juga dirasakan Dishub karena terganggunya suplai internet di sana ” tuntasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya