PALANGKA RAYA. Kalimantanpost.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi pada Mei 2026 (mont to mont) sebesar 0,34 persen, dan tahunan year-on-year (y-on-y) sebesar 4,56 persen
Kepada awak media, Plt.Kepala Badan Statistik Kalteng Maria Wahyu Utama mengungkapkan, inflasi tersebut terjadi seiring meningkatnya harga pada seluruh kelompok pengeluaran yang dipantau di wilayah Kalteng.
Menurut Maria Wahyu Utami, inflasi y-on-y Mei 2026 tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 112,35 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 107,45.
“Pada Mei 2026, Provinsi Kalteng mengalami inflasi tahunan atau year-on-year sebesar 4,56 persen dengan IHK sebesar 112,35,” katanya kepada media, Selasa (2/6/2026).
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 5,15 persen dengan IHK 113,56, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,74 persen dengan IHK 113,64.
Disebutkan, inflasi tahunan tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan inflasi sebesar 10,43 persen.
Pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi sebesar 6,90 persen, kelompok transportasi 3,70 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 3,43 persen, serta kelompok pendidikan 3,03 persen.
Untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 2,11 persen. Kelompok kesehatan tercatat mengalami inflasi 1,60 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,92 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,77 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen.
Maria mengaku, sejumlah komoditas memberikan kontribusi besar terhadap inflasi tahunan Kalteng.
Komoditas tersebut, antara lain beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, sigaret kretek mesin, ikan gabus, angkutan udara, cabai rawit, solar, bahan bakar rumah tangga, ikan patin, bawang merah, ikan bakar, ikan peda, nasi dengan lauk, kopi bubuk, daging ayam ras, telur ayam ras, sigaret kretek tangan, dan ikan saluang.
Meski demikian, sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi karena memberikan andil deflasi, di antaranya bawang putih, sabun deterjen bubuk, terong, bensin, bayam, cabai merah, sabun mandi cair, kelapa, kunyit, daging babi, cumi-cumi, dan rampela hati ayam.(drt/ist/KPO-4)















