Banjarmasin, KP – Menyusul menurunnya pelayanan air bersih bagi Warga Banjarmasin Barat akhirnya Wali Kota Ibnu Sina memberikan angin segar untuk melakukan suntukan modal atau penyertaan modal di PDAM maupun PD PAL. Pertimbangannya, selama ini masih menunggu kasijan Perda dari PDAM yang belum rampung dan PD PAL kini mulai membaik.
“Siapa takut melakukan penyertaan modal, Pemko saja melakukan penyertaan modal ke Bank Kalsel, masak PDAM ngak dikuncurkan. Tapi kita harus melihat dulu program apa yang akan dilakuka jika dilakukan penyertaan modal dan aturannya bagaimana,’’ucap Walikota H Ibnu Sina menjawab pernyataan wartawan, Senin (24/05/2022).
Jadi, selama perusahaan sehat ngak ada masalah. PDAM kan sehat, dan banyak langkah untuk pengembangan jaringan namun kalau pelayanan menurun tentu saja bukan karena masalah penyeratana modal. Sebab kalau akan dilakukan penyertaan modal PDAM bisa saja di perubahan atau tahun 2023 semuanya ada peluang.
“Intinya harus jelas dulu bila meminta penyeraan modal terhadap bisnis plan dan saya sering memberikan masukan termasuk tanpa menganggu uang APBD pun, PDAM banyak peluang investor untuk memanfaatkan dan bisa jadi belum dimanfaatkan direksi PDAM,’’ucap Walikota dengan nada santai.
Ditanya hasil evaluasi jajaran direksi? Menurut Walikota, sekarang jajaran Direksi sudah melakukan penyusunan setelah disyahkan dari perusda menjadi PT, sehingga kalau Dewas yang akan selesai atau berakhir nanti berubah menjadi Komisaris mulai bulan September nanti.
Sementara Direksi yang akan yang akan berakhir tahun depan nantinya untuk melakukan penunjukan ditangan tertinggi yakni Rapat Pemegang Saham. “Kalau ketentuan Perda bisa melanjutkan untuk Direksi atau bisa dilkaukan evaluasi untuk memilih kembali,’’ujar Ketua Demokrat Kalsel ini.
Khusus banyaknya keluhan di wilayah Banjarmasin Barat, menurut Walikota, tak ada alasan untuk memperbaiki pipa yang rentan dan tua dikarenakan tidak memiliki anggaran yang cukup. Sebab, sebelumnya pihaknya telah mendiskusikan terlebih dahulu bersama Bank Kalsel untuk investasi ke perusahaan perseroda itu.
“Jika bisa tanpa penggunaan APBD kenapa tidak dilakukan,” cetusnya.
Terlebih PT AM sendiri dinilai memiliki profit yang sudah seharusnya bisa merealisasi permasalahan yang ada terutama pada pendistribusian air bersih. Apalagi warga Banjarmasin Barat telah lama mengalami kesulitan air bersih hingga terpaksa menggunakan air sungai atau bahkan air dikolong rumah.
“Jika tidak sanggup menyelesaikan masalah ini silahkan saja direksi mundur,” tegasnya.
Sebab menurut wali kota dua periode ini pelayanan terhadap warga merupakan prioritas pertama yang sudah seharusnya diberikan.
Terutama bagi warga berada diujung kota itu, yang mengalami kesulitan air bersih hingga berbulan bulan lamanya.
Ia pun menginstruksikan PT AM untuk sesegeranya melakukan tindakan agar warga bisa secepatnya mendapatkan air bersih kembali. (nau/K-3)















