Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Martapura

Bupati Terima Penghargaan Top 30 SP4N Lapor

×

Bupati Terima Penghargaan Top 30 SP4N Lapor

Sebarkan artikel ini
Hal 16 4 KLm Martapura Terima anugerah 1
TERIMA ANUGERAH - Bupati Saidi Mansyur menerima anugerah Top 30 SP4N Lapor ke-4 Tahun 2021, kategori Instansi Pemerintah. (KP/Wawan)

Martapura, KP – Komitmen Bupati H Saidi Mansyur pada terselenggaranya layanan pengaduan masyarakat, mendapat apresiasi besar Pemerintah pusat.

Pemkab Banjar yang mengusung LAPOR MANIS menerima anugerah Top 30 Sistem Pengelolaan Pengaduan Publik Nasional (SP4N) Lapor ke-4 Tahun 2021, kategori Instansi Pemerintah.

Kalimantan Post

Penghargaan diserahkan Kesekretariat Kepresidenan dan diterima Bupati Saidi Mansyur, di Ritz Carlton Hotel Jakarta, Kamis (16/6).

Lapor Manis Pemkab Banjar termasuk di kategori Instansi pemerintah umum bersama 29 pemerintah daerah lainnya.

Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPAN RB Diah Natalia menjelaskan, Kompetisi SP4N Lapor yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB, Kemendagri, Kementerian Kominfo, Kantor Staf Presiden dan Ombudsman RI, menghasilkan 51 layanan pengaduan terbaik.

Pendaftaran penilaian mulai 17 Februari 2022. Dari 759 Lembaga, Kementerian dan Daerah yang mendaftar diseleksi secara administratif, akhirnya diperoleh 51 pelayanan aduan terbaik, salah satunya Lapor Manis Kabupaten Banjar.

Bupati Saidi Mansyur menyatakan syukur atas penghargaan yang diterima Kabupaten Banjar dalam layanan aduan masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini merupakan komitmen seluruh SKPD dalam melayani masyarakat dengan baik.

”Kita patut bangga, karena dari 759 instansi pemerintah, kita termasuk 30 terbaik dalam pengelolaan Lapor ini,” ujarnya.

Sementara Kadis Kominfostandi HM Aidil Basith menjelaskan, laporan pengaduan disampaikan pada Bupati setiap pekan untuk dievaluasi. Selain itu dalam Instruksi Bupati, bagi SKPD yang tidak memberikan tanggapan atas aduan masyarakat sesuai batas waktu, akan dikenakan sanksi berupa penundaan tunjangan.

”Untuk mengenalkan aduan Lapor Manis, kita juga sudah mensosialisasikannya pada masyarakat, termasuk ke santri melalui program Lapor Manis Goes to Pesantren,” tandasnya. (Wan/K-3)

Baca Juga :  Tetap Berperan Aktif, Lansia Dibekali Motivasi-Wawasan Sosial
Iklan
Iklan