Guntung Manggis Jadi Lokus Peningkatan Kualitas Keluarga

Banjarbaru,KP- Guna terciptanya kualitas keluarga agar dapat tumbuh rasa aman, tentram dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarbaru.

Tim Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (TPK2D) di Kota Banjarbaru yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan. Memiliki Konsep pembangunan keluarga yang dikembangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, menggunakan konsep ketahanan keluarga.

Sehingga keluarga dapat berjalan mencapai kesejahteraan dengan terukur dan dapat diuraikan faktor-faktornya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov. Kalsel Adi Santoso, S.Sos., M.Si mengatakan, pelaksanaan rakor TPK2D ada dibeberapa Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan.

“Keluarga merupakan unit masyarakat terkecil serta memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia,” katanya

Adi melanjutkan, dalam konteks pembangunan di Kalimantan Selatan, pembangunan keluarga merupakan salah satu isu tematik dan strategis dalam pembangunan nasional.

“Untuk mewujudkan misi pertama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berbudi pekerti luhur serta untuk mencapai Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada tahun 2030. Dan generasi emas pada tahun 2045,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.524
loading...

Pemerintah Kota Banjarbaru salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan ketahanan keluarga adalah, diperlukan keterbukaan dan sinergitas seluruh SKPD dalam menangani masalah yang berkembang di Kota Banjarbaru.

Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin ditunjuk sebagai lokus kegiatan peningkatan kualitas keluarga pada tahun 2022.

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono saat menghadiri rakor TPK2D ini menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini tidak hanya rakor semata. Namun juga dilaksanakan penandatangan komitmen.

“Harapan kami kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Namun kegiatan ini benar-benar dapat memetakan segala faktor permasalahan di akar atau ujung tombak masyarakat yaitu di lingkungan keluarga,” ucapnya

Agar ketahanan keluarga dapat terukur dengan jelas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentunya melalui Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, membuat kuisioner dari 24 indikator ketahanan keluarga.

Dari kuisioner tersebut dapat terpetakan dengan jelas beberapa faktor permasalahan dan intervensi apa saja yang harus dilakukan oleh SKPD terkait.

Diakhir rakor dilakukan penandatangan komitmen oleh Kepala SKPD/Instansi Vertikal/Lembaga Masyarakat Kota Banjarbaru, dalam rangka peningkatan kualitas keluarga di Kelurahan Guntung Manggis. (Dev/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya