Banjarbaru, KP – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel menjaga ketersediaan air untuk pembahasan lahan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Air disuplai menggunakan pompa yang beroperasi full bergantian 24 jam.
“Semoga suplai air ini dapat memperkuat penanganan karhutla, terutama di kawasan yang memiliki akses sulit dan membutuhkan pembasahan secara terus-menerus,” kata Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, Rabu (26/8).
Dua wilayah yang menjadi fokus dukungan suplai air tersebut yakni kawasan Hutan Lindung di Lianganggan dan Guntung Damar.
“Untuk pompa yang kami sediakan ada 8 inci satu unit, kemudian untuk pompa pendamping yang 4 inci ada sekitar 15 unit,” katanya.
Menurutnya, sistem rotasi diperlukan agar seluruh peralatan tetap dalam kondisi prima dan mampu mendukung proses pembasahan di lapangan secara berkelanjutan.
Sementara untuk penanganan karhutla di kawasan Guntung Damar, suplai air dilakukan melalui Embung Jokowi.
Air untuk memenuhi kebutuhan di embung tersebut dipasok dari jaringan irigasi di kawasan Cinde Alus.
Dalam prosesnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) telah menyiapkan pompa pendorong dengan kapasitas mencapai 250 liter per detik.
Saat ini, saluran menuju Embung Jokowi juga tengah diperbaiki untuk mempercepat aliran dan pendorongan air.
Peran Embung Jokowi tidak hanya untuk mendukung pembasahan lahan di Guntung Damar.
Sumber air tersebut juga dimanfaatkan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung operasi udara.
Helikopter water bombing juga mengambil air dari Embung Jokowi untuk kemudian digunakan dalam proses pemadaman di titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau oleh tim pemadam di darat. (mns/K-2)















