Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Nasib Lansia, Diantara Perayaan dan Periayahan

×

Nasib Lansia, Diantara Perayaan dan Periayahan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Umi Diwanti
Pengasuh MQ. Khadijah al-Kubro Martapura, Aktivis Muslimah Kalsel

Nenek Atikah, warga Kampung Cisadaria, Sukabumi Jawa Barat, adalah lansia 52 tahun yang sehari-hari hanya mampu makan dengan nasi dan garam. Malangnya si Nenek tua ini juga harus merawat tiga orang cucunya yang piatu. Diberitakan bahwa nenek ini telah mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun tak mampu menjadikan kehidupan hari tuanya layak. (kompas.tv.com, 1/4/22)

Kalimantan Post

Inilah salah satu fakta bahwa bantuan yang ada saat ini belum mampu memberikan kehidupan yang layak bagi para lansia. Belum lagi nasib lansia yang tidak tersentuh program bantuan yang ada. Misalnya saja seperti yang dipublish detik.com (28/4/22) ada 5 orang lansia di Pedukuhan Pelemantung, Bantul tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Di Kalsel sendiri tahun 2011 lalu terdata ada 53 ribu lansia terlantar. Mereka tidak memiliki rumah tempat tinggal dan keluarga yang merawat (JPNN.com, 27/12/11). Padahal Hari Lanjut Usia Nasional di Indonesia dicanangkan secara resmi sejak 29 Mei 1996. Di perayaan yang terbaru, tanggal 29 Mei tadi pemerintah kembali memperingati hari lansia dengan memproklamirkan telah memberikan banyak sekali bantuan kepada para lansia. (rri.co.id, 29/5/22)

Meski demikian tap saja nasib para lansia tidak banyak berubah. Hal ini disebabkan diantara, pertama, bantuan yang ada tidak menyeluruh dan bersifat general. Sekian rupiah per orang dipukul rata. Padahal kebutuhan mereka tentu saja berbeda-beda.

Kedua, permasalahan lansia tidak sebatas kebutuhan hidup secara materi. Mereka juga memiliki kebutuhan perawatan dan limpahan perhatian serta kasih sayang dari keluarga khususnya anak-anaknya. Belum ada program yang menyentuh masalah ini.

Banyak berita menyedihkan terkait lansia. Mulai dari yang dipenjarakan oleh anaknya sendiri, meninggal sendirian di rumahnya hingga ada yang sengaja ‘dibuang’ anaknya di panti jompo bahkan di jalanan. Nastagfirullah.

Baca Juga :  BERIMAN

Ketiga, perlu kita ketahui bahwa hari lansia di negeri ini adalah hasil adopsi Hari Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons) yang ditetapkan Barat, dalam Sidang Umum PBB berdasarkan resolusi No. 45/106 tanggal 14 Desember 1990. Padahal Barat sebagai pelopornya saja hingga saat ini masih mengalami banyak masalah dengan lansia mereka. Tak ada satu pun keberhasilan mereka yang layak dijadikan alasan untuk mengikuti jejak mereka.

Oleh karena itu sudah seharusnya kita melirik solusi lain dalam penanganan lansia ini. Adalah Islam, yang sejak dahulu kala telah berhasil mensejahterakan manusia termasuk para lansia. Islam memiliki seperangkat aturan yang saling terkait dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

Islam mewajibkan para laki-laki untuk bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan keluarganya. Sementara negara diwajibkan untuk menyediakan lapangan pekerjaan dan bantuan lainnya yang diperlukan para laki-laki hingga mampu menunaikan tanggung jawabnya sebagai pemberi nafkah keluaga.

Jika seorang kepala keluarga mengalami uzur baik karena sakit atau sudah tua dan tak berdaya maka pemenuhan kebutuhan keluarga tersebut dialihkan pada walinya sesuai urutan nasab. Misal pada kasus lansia ini maka kebutuhan mereka akan menjadi tanggung jawab anak atau saudara laki-lakinya. Jika para wali ini juga tidak mampu maka negaralah yang akan langsung memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan lansia ini dari harta Baitul Mal. Secara layak dan sesuai kebutuhan masing-masing.

Adapun untuk kebutuhan kesehatan dan keamanan, hal ini memang menjadi kewajiban negara. Lansia atau bukan, kaya atau miskin, semua berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan keamanan dengan baik. Demikianlah pula untuk pendidikan, Islam mewajibkan umatnya untuk belajar dari buaian hingga liang lahat. Maka negara dalam Islam akan memfasilitasi aktivitas menuntut ilmu.

Para lansia akan difasilitasi untuk bisa terus belajar semisal hadir ke taklim-taklim. Atau bahkan mereka pengisi taklimnya. Lansia dalam naungan Islam tetap produktif dalam ibadah, dakwah dan amal solih lainnya. Mengumpulkan bekal pahala sebanyak-banyaknya. Demikianlah tidak akan ada lansia yang mengalami kekurangan dan tetap bisa aktif dalam berbagai kegiatan kebaikan.

Baca Juga :  Soekarno, Pancasila dan Imam Bukhari

Sedangkan masalah perhatian dan perawatan para lansia, Islam telah mewajibkan para anak untuk berbakti pada orang tua terlebih yang sudah lansia. Sebagaimana firman Allah SWT, “…Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, …” (QS. Al-Isra: 24)

Jika berkata “ah” saja tak boleh apalagi yang lebih dari pada itu semisal mengusir atau mengabaikan orang tua tinggal sendiri karena enggan merawat mereka. Apalagi sampai menganiaya atau menjebloskkan orang tua ke penjara seperti fenomena yang banyak terjadi hari ini. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Sistem pendidikan dalam Islam akan fokus mencetak peserta didik yang taat syariat termasuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Jika masih ditemukan ada anak yang abai dengan orang tua maka negara tidak segan-segan memberikan teguran bahkan sanksi kepada si anak. Karena negara dalam Islam tidak lain adalah sebagai penjaga penerapan seluruh hukum syara.

Demikianlah Islam telah memiliki sistem periayahan (pengurusan) untuk masyarakat sehingga setiap orang bisa hidup sejahtera dan bahagia hingga hari tuanya. Tidak perlu mengikuti jejak Barat yang terbukti tidak mampu menjamin kesejahteraan masyarakatnya hingga akhirnya menutupi itu semua dengan perayaan demi perayaan. Karena sesungguhnya yang diperlukan oleh lansia dan kita semua bukanlah perayaan pada tanggal-tanggal tertentu saja melainkan periayahan terbaik setiap hari. Tidakkah kita mendambakan periayahan ala Islam itu hadir kembali?

Iklan
Iklan