Pada era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 saat ini, koperasi dihadapkan pada tantangan digital dan ekosistem ekonomi yang kompleks.
BANJARMASIN, KP – Saat ini koperasi masih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya pelaku UMKM. Namun koperasi masih memiliki sejumlah tantangan, di antaranya perkembangan bisnisnya yang berjalan lambat sementara korporasi berjalan cepat.
Selain itu masih minimnya jumlah partisipan masyarakat yang ingin bergabung ke koperasi atau hanya sekitar 8,41%. Sedangkan rata-rata negara lain mencapai 16,31%.
Peran koperasi sebagai salah satu penyangga pemulihan ekonomi sangat penting mengingat sepanjang tahun lalu jumlah koperasi eksisting mencapai 127.845 dengan jumlah anggota 27 juta orang.
Melalui peringatan Hari Koperasi ke-57 Tahun 2022 menjadi momentum transformasi koperasi dan membantu ekonomi yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai melalui Kepala Bidang Kelembagaan, Sirpan menyambut gembira peringatan Hari Koperasi yang tahun ini mengangkat tema “Transformasi Koperasi untuk Ekonomi Berkelanjutan”.
“Peran koperasi sebagai salah satu penyangga Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), meski selama dua tahun terakhir usaha koperasi terdampak, koperasi memiliki resistensi dan adaptasi yang cukup baik terhadap tantangan pandemi,” kata Sirpan, kemarin.
Apalagi, saat ini kondisi pandemi mulai melandai, sehingga menjadi kesempatan untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat dan menjadi motivasi untuk kembali menjadi penopang perekonomian nasional.
Meski begitu, pada era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 saat ini, koperasi dihadapkan pada tantangan digital dan ekosistem ekonomi yang kompleks.
Sehingga, bertepatan dengan Hari Koperasi tahun 2022 ini, diharapkan agar menjadi momentum transformasi koperasi dalam membangun ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan.
Menilik data statistik fintech yang dirilis OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagian besar akun pinjaman online merupakan kalangan yang berusia 19-34 tahun, yaitu generasi Z dan milenial.
Kondisi ini harusnya dapat menjadi peluang bagi koperasi untuk go digital agar dapat lebih bersaing dengan pinjaman online.
Pengelolaan koperasi yang masih dilakukan secara konvensional ternyata tidak hanya berdampak pada kurang tertariknya generasi Z dan milenial untuk menggunakan koperasi.
Demi bertahan dan tetap eksis di tengah perkembangan teknologi yang sedemikian rupa, koperasi harus mau beradaptasi dengan teknologi. Dengan go digital, koperasi dapat menampilkan citra yang lebih modern.
“Maka dari itu, koperasi dituntut untuk lebih meningkatkan SDM dan lebih aktif, kreatif serta inovatif dalam menjalankan setiap usaha,” lanjut Sirpan.
Pada peringatan Hari Koperasi ke-57 tahun ini mengangkat slogan atau tagline : #AyoBerkoperasi sekaligus sejalan dengan Gerakan Ayo Berkoperasi dalam rangka mendukung program Revolusi Mental. (Opq/K-1)















