Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Banjarmasin

Ribuan Siswa Ikuti BDN Fase Enam 2022

×

Ribuan Siswa Ikuti BDN Fase Enam 2022

Sebarkan artikel ini
BERSIHKAN GIGI - Drg Isnur Hatta MAP dan drg I Wayan Arya Krishnawan Firdaus, M.Kes saat melakukan TAF pada siswa di SDN Kuripan 2 dan SDN Karang Mekar 1. (KP/zakiri)

Banjarmasin, KP – Kota Banjarmasin kembali terpilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Brush Day and Night (BDN) Fase 6 di 2022.

Kegiatan bakti sosial Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat (IKGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dilaksanakan di dua SD sekaligus, yakni SDN Kuripan 2 dan SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin.

Koordinator Prodi Kedokteran Gigi FKG ULM, drg Isnur Hatta MAP mengatakan, pihaknya mendapat kesempatan untuk kedua kalinya menjalankan kegiatan BDN yang digelar secara nasional ini.

“Ini merupakan kegiatan internasional, Alhamdulillah kita kembali terpilih sebagai salah satu pelaksana BDN Fase 6 yang digelar di 25 kabupaten/kota se-Indonesia,” ucapnya usai melakukan pemeriksaan gigi pada siswa SDN Kuripan 2 Banjarmasin, Sabtu (23/07) pagi.

Ia menjelaskan, ada tiga jenis kegiatan yang dijalankan dalam pelaksanaan BDN Fase 6 ini, pertama penyuluhan TOT (Training Of Trainer) kepada guru di dua sekolah tadi tentang kebersihan gigi dan mulut.

“Baik mengenai makanan yang sehat, kemudian penyebab terjadinya kerusakan gigi dan mulut serta kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk membersihkan gigi,” jelasnya.

Kedua, kegiatan pemeriksaan gigi dan mulut kepada siswa kelas 1 dan 2, yang kemudian dilanjutkan dengan memberikan lapisan khusus pada gigi anak-anak itu agar giginya sehat.

“Kita ditargetkan memberikan penyuluhan kepada seribu anak, namun kali ini jumlah siswa yang terlibat lebih dari yang ditargetkan,” ungkap koordinator BDN Fase 6 di SDN Kuripan 2 tersebut.

Terakhir, kegiatan ketiga adalah memberikan pendampingan kepada guru yang sebelumnya sudah mendapatkan penyuluhan, saat mengedukasi siswa-siswanya terkait kesehatan gigi dan mulut (kesgilut).

“Semua kegiatan bekerja sama dengan Federasi Dokter Gigi Dunia (FDI) dan Unilever, selanjutnya melakukan pengisian survei mengenai tingkat pemahaman mereka terhadap edukasi kesgilut,” pungkasnya

Baca Juga:  16 Sekolah Canangkan Belajar Merdeka

Sementara itu, koordinator BDN Fase 6 di SDN Karang Mekar 1, drg I Wayan Arya Krishnawan Firdaus, M.Kes menambahkan, selain seribu anak yang menjadi target penyuluhan kesgilut, pihaknya juga melakukan Pemeriksaan gigi kepada 400 anak dan 70 anak yang diberikan tindakan Topikal Aplikasi Fluor (TAF).

Dari hasil pemeriksaan pada siswa usia 6-8 tahun, kondisi kesehatan gigi dan mulut pada siswa di dua sekolah dasar ini mayoritas bagus. “Kondisi gigi anak-anak disini bagus-bagus tidak banyak gigi anak yang berlubang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyebab utama kerusakan gigi pada anak tidak lepas dari tingkat frekuensi menyikat gigi yang kurang. “Kemudian, penyebab kedua adalah makanan yang dikonsumsi,” katanya.

Karena itu, pihaknya mengimbau agar orangtua bisa mengajarkan anaknya tentang pentingnya menggosok gigi sedini mungkin. “Karena berdasarkan banyak penelitian tentang kesehatan gigi, membuktikan bahwa ibu memiliki peran penting dalam kesehatan gigi pada anaknya,” imbuhnya.

“Kalau orangtuanya saja jarang menggosok gigi, maka akan susah mengajarkan pada anaknya. Karena si anak akan melihat dan mencontoh perilaku orangtuanya,” tambah I Wayan Arya.

Penyebab ketiga, ia membeberkan kondisi air yang dipakai saat berkumur juga menjadi penyebab kerusakan pada gigi. “Kadar kimia dan tingkat keasaman air sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi, makanya masyarakat yang menggunakan air sungai atau air rawa kemungkinan terjadi karies pada gigi itu besar,” pungkasnya. (kin/K-7)

Iklan
Iklan