Kotabaru, KP – Workshop Pencegahan Stunting dari Hulu (Implementasi Elsimili) dan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pelayanan KB bagi tenaga kesehatan di Fakses, dilaksanakan di Gedung serba guna pemkab Kotabaru, Paris Barantai, dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel Ir H Ramlan, MA, Para Koordinator PLKB Kabupaten Kotabaru dan Para Bidan di wilayah Kabupaten Kotabaru.
Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI Muhammad Rizal Martua Damanik mengatakan Workshop pencegahan stunting dari hulu dan sosialisasi peningkatan kapasitan pelayanan KB bagi tenaga kesehatan faskes ini kegiatan yang sangat penting. Sebagaimana kita ketahui angka stunting di indonesia saat ini prefalansinya adalah 24,4. Sebelumnya di indonesia itu adalah 27,7.
Prefalansi 24,4 ini bermakna dari 100 kelahiran di indonesia ini maka sebanyak 24 bayi yang lahir itu sudah menderita stunting ini jumhlah yang banyak sekali. Pada tahun 2019 angkanya lebih tinggi lagi 27,7 jadi dari 100 kelahiran di indonesia yang menderita stunting sebanyak 27, Ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotabaru Hj.Fatma Idiana menambahkan, Kita sekarang juga menggalakan lagi pola hidup sehat, dan kalau bisa, kepada masyarakat kita di pekarangannya agar menanam tanaman yang bisa di konsumsi, seperti sayur sayuran. Ini merupakan salah satu pencegahan stunting.
Sementara kendala komunikasi Di kabupaten kotabaru terus terang untuk signal masih sangat terbatas, karena ada beberapa daerah yang sangat jauh dengan menempuh jarak 1 hari 1 malam. Jadi ini salah satu PR. Namun sudah ada rencana untuk membangun tower di daerah sana tepatnya di Kecamatan Pulau Sembilan, Tandasnya.
Rangkaian acara, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotabaru Hj.Fatma Idiana didampingi PLT.Kepala Dinas PPPAPPKB Kotabaru Sri Sulistiyani, serahkan cindera mata kepada Deputi Pelatihan, penelitian dan Pengembangan BKKBN RI PROF. Dr Hewan Muhammad Rizal Martua Damanik. (and/K-6)















