Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Terobosan Disdikbud Kalsel, Mulai Seniman Masuk Sekolah Hingga Ensiklopedia Kebudayaan

×

Terobosan Disdikbud Kalsel, Mulai Seniman Masuk Sekolah Hingga Ensiklopedia Kebudayaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260803 154044
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel Edy Suwarto. (Kalimantanpost.com/ful)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Berbagai terobosan akan dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi (Disdikbud) Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama di bidang kebudayaan.

“Kami akan berupaya mendukung kinerja Gubernur dalam bidang kebudayaan diantaranya dengan kembali melaksanakan program gerakan seniman masuk sekolah,” papar Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel Edy Suwarto disela-sela acara pemilihan Nanang Galuh Cilik Kalsel 2026, Minggu (2/8/2026).

Kalimantan Post

Menurut dia, selama ini cukup banyak alat-alat kesenian dan lain-lain ada di sekolah, tapi gurunya tidak ada yang ‘melajarinya’.

“Jadi rencananya kami akan melibatkan Dewan Kesenian dan Dewan Kebudayaan yang nanti menjadi seniman pendidikan. Setelah itu ada lagi namanya fasilitasi lembaga budaya dan mereka inilah yang nantinya turun langsung ke sekolah untuk mengajarkannya,” tandasnya.

Jadi, lanjut dia, mereka nantinya yang mengajarkannya kesenian daerah yang ada di Banua ke sekolah-sekolah dengan materinya ada di ensiklopedia kebudayaan.

“Gerakan seniman masuk sekolah ini juga harus sejalan dengan kebijakan nasional yang namanya manajemen talenta nasional. Bagaimana nanti pemerintah hadir untuk menguatkan lembaganya, mensertifikasi senimannya baru turun ke lapangan,” paparnya.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya juga akan memppetakan berapa persen seniman yang sudah sertifikasi, berapa persen lembaga yang sudah di badan hukum di Kalsel, sehingga nanti mereka benar-benar berjalan secara berdampingan

“Selama ini kan tidak seperti itu. Misalnya sekolah alatnya ada, tapi guru keseniannya tidak ada. Habis itu mau menguatkan lembaga dan apa sanggarnya sudah berbadan hukum atau belym. Ini banyak sebenarnya yang harus di selesaikan,” tandasnya.

Jadi, kedepannya bagaimana nanti benar-benar ada kolaborasi di sana antara pemerintah dan seniman. “Intinya seniman ini sekarang bukan sebagai objek lagi jadi ini sebagai mitra pembangunan kebudayaan kita memposisikannya,” tegas Edy.

Baca Juga :  321 Lulusan SD di Banjarmasin Belum Terpetakan, Disdik Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Terobosan lainnya yang akan dilakukan, kata dia, di Taman Budaya itu nanti akan dibikin ekosistemnya. “Jadi di sana ada sentra kuliner, yang mengurus nanti komunitas dari akar rumput. Jadi mereka mencari uang di sana penghasilan mereka berkarya di sana dan kita mendapat PHD nah, sehingga ekosistemnya di sana jalan jadi,” tegasnya.

Lalu, pihaknya juga sudah menyusun ensiklopedia kebudayaan dan ini nanti menyebar di seluruh sekolah dengan target sekolah yang berbeda.

“Apa itu cagar budaya, apa itu warisan budaya tak benda, semuanya ada ensiklopedia kebudayaan ini. Kami juga menyediakan kamus digital yang sudah kita siapkan dan itu insyaallah akan segera di launching,” pungkasnya. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan