Banjarmasin, KP – Pekabes FC nyaris mengalahkan Allstars Kalsel, dalam laga persahabatan yang dilangsungkan di lapangan sintetis internasional, Green Yakin soccer Field (GYSF) Km 10 Kertak Hanyar, Kamis tadi.
Dalam laga yang berlangsung seru, Pekabes yang diperkuat pemain-pemain muda yang tangguh, pada 30 menit pertama, unggul 3-1. Tim binaan Dispora, Allstars Kalsel yang berupaya keras mengejar ketinggalan di babak kedua, malah makin terpuruk, karena Pekabes mampu memenangkan pertarungan dengan skor meyakinkan 5-2.
Namun dengan bermodalkan pengalaman tanding tinggi, Allstars yang diketuai H Juman dan Pembina Yuyu Rahmat, secara perlahan mampu membalikkan keadaan di 30 menit babak penentuan dengan melesakkan 5 gol tanpa balas, sehingga berbalik menang dengan skor 7-5.
Allstar Kalsel yang didominasi pemain berpengalaman usia 50 dan 60 tahun keatas, berhasil menemukan ritme permainan, karena memiliki stamina terkendali, sementara para pemain muda Pekabes FC rupanya telah kehabisan stamina ketika memasuki babak ketiga.
Allstars Kalsel kembali menunjukkan ketangguhannya di lapangan hijau dg mengalahkan Pekabes FC klub yg diisi banyak pemain muda di lapangan bola Green Yakin, dengan hasil akhir 7-5.
Kali ini allstar Kalsel menghadapi musuh tangguh sempat tertinggal 3-1 pada babak pertama. Di babak kedua kembali allstar tertinggal jauh 5-2 dg Pekabes FC. Namun di babak ketiga allstar yg pemainnya punya fisik baik bangkit sehingga dapat mengejar ketertinggalan menang menjadi 7-5 hingga peluit akhir berbunyi. Gol-gol Allstar dicetak Edi Susanto, Yulfi, Wahyu, Ferli, Lutfi, Herman dan Akang.
Juman ketua Allstars yang berperan sebagai gelandang, tampil menawan dengan umpan-umpan crossingnya yang terukur, sehingga Yulfi dan kolega bisa memanfaatkan umpan tersebut untuk dikomfersi menjadi gol.
Akang pemain posisi bek ikut membantu serangan hingga serangan allstar makin intens. Tak terkecuali Slamet Kacong dan Ali serta Fai dan Arif solid menjaga lini pertahanan, terutama di babak ketiga, sehingga babak ketiga Pekabes tidak bisa lagi cetak gol.
Kiper Miji dan Budi juga berjuang jatuh bangun pada babak pertama dan kedua menyelamatkan gawang. Otomatis tidak nekerja terlalu keras pada babak ketiga.
Di barisan tengah duet Yamani PDAM dan Mulyani serta Aulia dan Mansyur B, membuat permainan Allstar menjadi semakin hidup.
Yuyu menilai gelandang Allstar dan pemain Pekabes FC sama-sama memiliki skill sangat bagus. Mestinya mereka bisa mengalahkan Allstar dan terbukti sempat unggul 5-2. Namun memang fisik pemain Pekabes di babak ketiga menurun. Pemain Allstar yang sebagian sudah berusia lanjut, kelebihannya hanya karena mampu mengatur ritme pergerakan, sehingga bias mengendalikan fisiknya supaya tetap bugar. Juga ditopang daya juang yang tinggi hingga selalu semangat tiap bermain, baik sewaktu latihan dan menerapkannya saat bertanding. (nfr/k-9)















