Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Hari Remaja Internasional, Konteks Berbeda, Aspirasi Tetap Sama

×

Hari Remaja Internasional, Konteks Berbeda, Aspirasi Tetap Sama

Sebarkan artikel ini
IMG 20260812 WA0031 e1786518350542

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Hari Remaja Internasional diperingati secara global setiap 12 Agustus. Tahun 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat tema “Different Contexts, Common Aspirations” atau “Konteks yang Berbeda, Aspirasi yang Sama”.

Tema tersebut menegaskan bahwa remaja di berbagai belahan dunia tumbuh dalam kondisi sosial, ekonomi dan geografis yang berbeda. Namun, mereka memiliki harapan yang sama, yakni memperoleh pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, kehidupan aman, ruang untuk menyampaikan aspirasi serta masa depan yang berkelanjutan.

Kalimantan Post

Pemerhati sosial sekaligus Direktur Linkub Indonesia, Buyung Amrullah, mengatakan momentum ini penting untuk melihat persoalan generasi muda secara lebih utuh. Menurutnya, rendahnya literasi, produktivitas dan keterampilan masih menjadi tantangan yang berdampak terhadap daya saing generasi muda.

“Tidak elok jika kita hanya menyalahkan generasi muda. Lebih bijak melihat lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang, karena karakter merupakan akumulasi dari pola perilaku yang terbentuk sejak dini,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut juga dirasakan remaja di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Rendahnya minat baca, keterampilan serta dorongan produktif, ditambah lingkungan sosial yang terlalu banyak memberikan larangan, dapat menghambat ruang tumbuh generasi muda.

Menurut Buyung, pembangunan kualitas generasi muda membutuhkan dukungan bersama, baik keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, pemerintah maupun dunia usaha.

Sebagai bagian dari upaya mendorong literasi dan produktivitas remaja, Linkub Indonesia menghadirkan buku “Kai Mo..”, bagian dari serial motivasi remaja Buku Pandu Bujang Gesit. Buku tersebut mengangkat kisah HM Badri, tokoh perjuangan dalam pertempuran 7 Februari 1946 di Pagatan, Tanah Bumbu.

“Kami berharap kisah sejarah ini menjadi motivasi agar remaja kembali menyadari nilai-nilai yang layak diperjuangkan,” katanya.

Ia berharap momentum Hari Remaja Internasional menjadi pengingat bahwa remaja bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi juga bagian penting dari solusi dan masa depan bangsa.(nau/KPO-1)

Baca Juga :  Sajian Ikan Sepat hingga Cacapan Jadi Menu Penyambutan Ketua Komisi II DPR RI
Iklan
Iklan