Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Lapangan Kerja Ada, Mengapa Angka Pengangguran Banjarmasin Masih Tinggi?

×

Lapangan Kerja Ada, Mengapa Angka Pengangguran Banjarmasin Masih Tinggi?

Sebarkan artikel ini
IMG 20260812 WA0021 e1786513645619
Ilustrasi meski lowongan kerja banyak tersedia, angka pengangguran masih tinggi. (Kalimantanpost.com/MetaAl).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kota Banjarmasin dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan jasa di Kalimantan Selatan (Kalsel). Seiring dengan itu, tentunya aktivitas ekonomi terus bergerak dan berbagai lapangan pekerjaan tersedia.

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pun terus berupaya menekan angka pengangguran. Salah satunya melaksanakan job fair setiap tahunnya yang melibatkan berbagai perusahaan yang ada.

Kalimantan Post

Selain itu, bekerja sama dengan perusahaan dengan dipertemukan dengan pencari kerja yang dibutuhkan. Contohnya baru-baru tadi PT Emas Murni yang meminta tenaga kerja security dan costumer service.

“Kami berkolaborasi dengan seluruh perusahaan di Banjarmasin agar melaporkan lowongan kerja apa yang tersedia di tempat mereka. Alhamdulillah kita memiliki datanya,” ungkap Kepala Diskopumper Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, Rabu (12/8/2026).

Upaya lain dilakukan melalui pelatihan bagi para pencari kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumper) kota Banjarmasin. Pelatihan itu sendiri, bertujuan agar pencari kerja memiliki keahlian bisa hingga memperoleh berpenghasilan secara mandiri, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat luas.

“Adanya pelatihan ini maka ada pergeseran yang semula sebagai karyawan sebagai pengusaha. Pergeseran ini nyata terjadi 2024 hingga 2026,” beber Machli.

Namun di tengah berbagai upaya tersebut, fakta di lapangan angka pengangguran masih menjadi persoalan. Bahkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Banjarmasin disebut masih menjadi yang tertinggi di Kalsel.

Machli mengungkapkan TPT di Kota Banjarmasin sendiri saat ini berada di angka 6,45 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun provinsi Kalsel yang hanya 4,1 persen.

Lantas, mengapa masih ada warga yang belum bekerja ketika peluang kerja disebut cukup tersedia?

Menurut Machli keterbatasan keahlian khusus merupakan salah satu kendala utama yang sering dihadapi oleh para pencari kerja saat ini.

Baca Juga :  Dekranasda Banjarmasin Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program Kurasi Produk

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, perusahaan tidak hanya membutuhkan ijazah atau latar belakang pendidikan, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

“Misalnya sebuah perusahaan yang mencari pekerja yang bisa mengoperasikan alat berat. Ternyata pencari kerja yang melamar tidak memiliki sertifikasi itu,” bebernya.

Maka dari itu lanjutnya, pencari kerja perlu meningkatkan kemampuan mereka melalui pelatihan, kursus maupun sertifikasi. Tentunya dengan keterampilan dan pengalaman yang terus bertambah, peluang untuk mendapatkan pekerjaan dinilai akan semakin besar.

“Jadi kalau disebut pengangguran itu faktor umur itu tidak juga karena terpenting memiliki keahlian dan sertifikasi serta berpengalaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan keahlian menjadi langkah penting agar pencari kerja mampu menghadapi persaingan sekaligus memenuhi tuntutan dunia kerja.

“Dari perusahaan juga mengakui sulit mencari karyawan yang sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan perusahaan. Jadi disini masalahnya. Makanya di BLK akan kita kembangkan soal ini,” pungkasnya.(ham/KPO-4).

Iklan
Iklan