Banjarmasin, KP – Dampak adanya kegagalan panen yang terjadi pada sejumlah petani di daerah pemasok beras lokal di Kalimantan Selatan, sangat terasa di pasaran.
Salah satu pedagang beras di Pasar Kuripan, Fadilah mengungkapkan, hampir semua jenis lokal seperti beras unus, mutiara, dan mayang sudah mengalami kenaikan harga dengan rata-rata Rp 5 ribu per liternya.
“Harga normal sebelumnya itu dikisaran Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu, sekarang sudah Rp. 17 ribu per liternya,” ungkapnya saat dibincangi awak media, Selasa (15/11).
Kondisi tersebut diperparah dengan ketersediaan beras lokal di gudang yang saat ini sudah mulai menipis. Dan hal itu juga menjadi penyebab naiknya harga jual beras lokal di pasaran.
Ia mengatakan, kenaikan harga beras lokal ini sudah terjadi sejak lima bulan terakhir, dan itu akhirnya mempengaruhi tingkat penjualan berasnya yang turun signifikan.
Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bisa secepatnya mengatasi persoalan kenaikan harga bahan pokok yang tidak hanya terjadi pada beras saja agar harga kembali normal dan stabil.
Mengingat kenaikan harga bahan pokok ini cukup membebani warga menengah ke bawah. Apalagi kenaikan sudah berlangsung cukup lama.
“Kasihan warga yang sudah tidak bekerja karena di PHK imbas Covid-19 dua tahun. Belum lagi cicilan rumah, biaya sekolah anak di tambah harga bahan pokok melambung tinggi,” ungkapnya.
Melihat kenaikan terus merangkak yang berlangsung lama, tak menutup kemungkinan harga beras lokal bakal terus naik. Pasalnya, 8 bulan lagi panen bisa dilakukan kembali.
“Ya diprediksi bisa sampai Rp. 20 ribu per liternya apabila Pemko tidak bisa menangani kenaikan dengan cepat,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan, Muslihah. Salah satu pemilik toko distributor beras di Pasar Beras Muara Kelayan itu mengaku kenaikan harga beras lokal secara berangsur-angsur.
“Dalam satu minggu itu pasti ada kenaikan,” ucapnya.
Ia juga mengamui, kenaikan harga beras lokal yang cepat berubah itu sudah pasti berdampak pada keuntungan penjualan yang ia dapat.
“Misalnya kita biasanya menjual dengan harga seratus, tiba-tiba besok harga beli kita sudah seratus jadi hampir tipis keuntungannya,” katanya.
Tidak hanya beras lokal saja, beras Jawa juga turut mengalami kenaikan walaupun tidak terlalu tinggi seperti beras lokal.
“Naiknya cuman Rp. 350 saja per liternya yang kalau per sak nya Rp. 65 ribu,” tutupnya. (Kin/K-3)















