Kalteng Masuk Lima Besar Pelayanan Transparansi

Selain Kalteng, juga ada Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan. Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi kita untuk terus bergerak dalam rangka memberikan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik termasuk tata kelola keuangan.

SURABAYA, KP — Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H. Edy Pratowo menghadiri Pembukaan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2022, di Gedung Negara Grahadi Jawa Timur, Kamis (1/12)..

Pada kesempatan tersebut Wagub mengapresiasi kegiatan ini dan mengatakan bahwa Provinsi Kalteng termasuk lima provinsi yang sangat baik dalam hal pelayanan transparansi.

“Selain Kalteng, juga ada Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan, sehingga ini diharapkan menjadi motivasi kita untuk terus bergerak dalam rangka memberikan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik termasuk tata kelola keuangan,” ucapnya.

Wagub menyebut, selama ini Pemerintah Kalteng dan seluruh jajaran kabupaten/kota telah konsisten dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pencegahan tindak pidana korupsi, sehingga KPK memberikan apresiasi dan penilaian yang baik atas kinerja tersebut.

Harapannya di masa yang akan datang, apa yang menjadi catatan dan perbaikan akan terus kita tingkatkan, sehingga kita berharap pencegahan korupsi dalam hal melaksanakan tugas-tugas kita sebagai penyelenggara negara bisa berjalan dengan baik.

TerpiSah Inspektur Kalteng Saring menyatakan apresiasi pelayanan publik yang diberikan oleh KPK ini dapat menjadi motivasi semua Perangkat Daerah untuk meningkatkan kinerjanya sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Berita Lainnya
1 dari 1,009
loading...

Ia berharap bisa meningkatkan lagi pelayanan kita kepada masyarakat untuk percepatan pembangunan Kalimantan Tengah Makin BERKAH,” bebernya.

Dan Ketua KPK RI Firli Bahuri mengungkapkan, pihaknya siap menindak tegas terhadap pelaku korupsi untuk menimbulkan efek jera. Ia berharap agar para pemimpin daerah mampu menjalankan tata kelola yang baik dan benar, diperlukan pendidikan penanaman budaya antikorupsi dan perbaikan sistem untuk mencegah terjadinya praktik korupsi.

Dikatakan sangat berharap kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota supaya melaksanakan tugas untuk memastikan setiap tahapan manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, hingga pengelolaan anggaran. “Harus dipastikan tidak ada intrik-intrik atau praktik-praktik korupsi,” ungkapnya.

Menurutnya, jika prinsip keterbukaan, transparansi, dan akuntabel diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas, maka tidak akan ada orang yang korupsi dan bermasalah dengan hukum.

Saat yang sama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawans, berterima kasih karena Provinsi Jawa Timur diberikan kesempatan menjadi tuan rumah Hari AntiKorupsi Sedunia tahun 2022 ini. Ia mengatakan bahwa pihaknya .

Dikemukakan, mudah-mudahan semuanya bisa berseiring dengan berbagai upaya untuk membangun Indonesia Pulih Bersatu Berantas Korupsi.

Acara dihadiri Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur D.I. Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, Kepala Biro Hukum Setda Kalteng Maskur, perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat, serta Direktur Koordinasi Supervisi Wilayah III KPK RI, Ujang Purnama. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya