Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Musim Pancaroba, Pasien Anak di RS Sultan Suriansyah Meningkat

×

Musim Pancaroba, Pasien Anak di RS Sultan Suriansyah Meningkat

Sebarkan artikel ini

Penyebab peningkatan pasien anak adalah Dengue Haemoragic Fever atau DHF atau dikenal dengan DBD atau Demam Berdarah serta Diare

BANJARMASIN, KP – Direktur RSUD Sultan Suriansyah, Muhammad Syaukani mengatakan dampak perubahan musim yang terjadi dalam satu pekan ini membuat jumlah pasien anak meningkat sangat drastis.

Kalimantan Post

“Saya sewaktu lebaran atau Idul Fitri kemaren mendatangi rumah sakit dan melihat lonjakan pasien terutama anak-anak yang berusia 1 tahun ke atas” tutur M Syaukani.

Penyebab peningkatan pasien anak adalah Dengue Haemoragic Fever atau DHF atau dikenal dengan DBD atau Demam Berdarah serta Diare.

Peningkatan ini disebutkannya akibat pengaruh lingkungan terutama genangan atau penampungan air yang menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah.

Selain itu, juga akibat tidak menjaga kebersihan makanan dan air sebagai penyebab diare.

Penyakit ini memang sering terjadi di Kota Banjarmasin, biasanya pada waktu peralihan musim dari penghujan ke kemarau atau sebaliknya.

Biasanya penyakit ini muncul saat musim pancaroba tutur M Syaukani.

Sementara, untuk cuaca ekstrim dengan paparan ultra violet (UV) yang tinggi, Muhammad Syaukani memperingatkan untuk tidak terlalu sering berada di luar ruangan.

Masyarakat untuk tidak terlalu lama berada di luar ruangan atau berada di bawah matahari tanpa pelindungan apa pun.

Warga diminta untuk memakai alat perlindungan berupa payung atau memakai sunblock, yang fungsinya menghindari paparan kulit dari sinar Ultra Violet.

Jangan sampai kulit terbakar terkena paparan UV bakal sangat berbahaya. Selain itu, harus sering sering minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

Dehidrasi pada orang dewasa dapat menimbulkan dampak kesehatan yang parah, lebih berbahaya lagi pada anak-anak.

Sengatan panas dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan tubuh.

Baca Juga :  Pemkot Banjarmasin Siapkan Generasi Muda Go Global Lewat Pelatihan Bahasa Inggris

Jangan sampai kehilangan kesadaran akibat dehidrasi parah, dampaknya sangat fatal tutup Muhammad Syaukani. (Mar/K-3)

Iklan
Iklan