Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana mengatakan jumlah warga yang mendapatkan program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) semakin berkurang.
Untuk tahun 2023 saja, dari awal 48 buah rumah warga yang masuk program Rutilahu, berkurang sebanyak 6 buah rumah menjadi 38 buah rumah.
Sementara, usulan perbaikan rumah masuk program Rutilahu terus turun, dari awal 225 buah , terus turun ke 125 buah rumah, turun lagi ke 48 hingga pada akhinya di angka 38 buah rumah.
Dolly syahbana menyebutkan terus turunnya angka rumah yang harus diperbaiki akibat proses verifikasi yang dijalankan.
Banyak rumah yang pada awalnya menjadi peserta program Rutilahu terpaksa dicoret karena sejumlah alasan.
Diantaranya rumah yang telah berpindah kepemilikan atau telah dijual, pemilik rumah yang telah meninggal dunia namun tidak memiliki ahli waris serta rumah yang tidak layak huni ini telah diperbaiki sendiri oleh pemilik karena mendapatkan bantuan dari pihak lain.
Selain itu, anggaran di Dinas Sosisl Kota Banjarmasin sangat terbatas.Kita benar-benar melakukan verifikasi terhadap pemilik rumah yang kita ajukan masuk ke dalam Program Rutilahu, agar benar-benar tepat anggaran dan hanya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan serta tepat sasaran tutur Dolly Syahbana.
Apalagi yang belum dicover sangat banyak, jauh lebih banyak dari yang kita usulkan. Perbaikan rumah yang masuk dijadwalkan pada bulan Juni atau Juli nanti.
Dolly berharap rumah yang masuk Rutilahu bertambah pada APBD Perubahan.Semoga rumah warga yang perlu perbaikan dapat masuk di Anggaran Perubahan, cukup banyak rumah rusak atau yang memerlukan perbaikan yang belum bisa dibantu tutur Dolly Syahbana.
Sementara, wilayah kecamatan yang paling banyak mendapatkan program Rutilahu berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Barat.
Terbanyak berada di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Selatan serta yang paling sedikit berada di Banjarmasin Tengah tutur Dolly Syahbana.
Penyebabnya karena 2 kecamatan ini paling tinggi angka kemiskinan dan angka tingkat penyandang masalah sosial tutup Dolly Syahbana. (Mar/K-3)















