Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
EKONOMI

Pentingnya Berita Ekonomi, BI Gelar Capacity Building 40 Jurnalis Kalsel di Bandung

×

Pentingnya Berita Ekonomi, BI Gelar Capacity Building 40 Jurnalis Kalsel di Bandung

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, kalimantanpost– Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan memboyong 41 jurnalis ke Bandung untuk diberikan peningkatan wawasan dan pelatihan pada Minggu (14/5/2023) kemarin di Ballroom Hotel Arya Duta, Bandung.

Kepala Perwakilan BI Kalsel Wahyu Pratomo memaparkan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para jurnalis Kalsel dalam menyajikan informasi atau berita kepada masyarakat khususnya berita ekonomi.

“Para jurnalis adalah sebagai mitra kami dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait kebijakan Bank Indonesia,” ucap Wahyu usai membuka pelatihan peningkatan kualitas jurnalis serta menjadi narasumber di kegiatan tersebut.

Diharapkan melalui pemberitaan yang baik, informasi terkait kebijakan BI terutama pada Penerapan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) bisa diketahui dan dipahami masyarakat.

Apalagi kebijakan yang baru saja disahkan itu, memiliki tiga tujuan yakni mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas pembayaran dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan. Tentunya hal tersebut sangat penting untuk diketahui masyarakat.

Khusus terkait kebijakan P2SK adalah salah langkah pemerintah dalam melindungi masyarakat dari keterpurukan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan itu lanjutnya, terutama untuk daerah Kalsel tidak hanya terus bersandar pada ekstraksi pada pertambangan saja yang memang menjadi penyumbang pendapatan terbesar di Kalsel.

“BI pun memikirkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang lain di luar pertambangan. Apa itu? Ya pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), ekonomi syariah, perdagangan dan lainnya,” katanya.

Selain itu pada acara tersebut juga dipaparkan tugas dan kewenangan BI yang berbeda dengan OJK. Diantaranya BI sekarang ini banyak mengeluarkan ijin pertukaran uang digital dari link aja, cyris, oppo dan masih banyak lagi.

Baca Juga:  BI Kalsel Genjot Ekspor dan Percepat Penurunan Stunting di Hulu Sungai Utara

Mentor Titin dari Tempo Institute sangat mengapresiasi para peserta jurnalis Kalsel yang telah antusias mengikuti pelatihan.

“Keikutserataa. teman-teman luar biasa, meskipun pelatihan ini sebenarnya lebih spesifik soal ekonomi dan tentang perbankan karena umumnya tak banyak wartawan yang menyukai liputan ini,” katanya.

Karena selama ini, pemberitaan perekonomian di nilai sangat spesifik. Selain itu, banyak istilah-istilah sulit yang dipahami dan bermain data dengan angka. Tentunya penyajian beritanya harus akurat.

“Beberapa wartawan cenderung menghindari liputan tersebut karena dianggap sulit,” ujarnya.

“Dengan pelatihan ini banyak yang ikut, antuasias dan aktif artinya mereka bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan,” ujarnya.

Ia berharap dari pelatihan seperti ini bisa menghadirkan hal-hal positif untuk perkembangan kualitas jurnalis khususnya di Kalsel.

Karena itulah BI menggandeng Tempo Institute untuk memberikan pelatihan dengan harapan kegiatan tersebut menghasil para jurnalis ekonomi yang mampu menyajikan pemberitaan informasi benar seiring dengan perkembangan teknologi. (Nau/KPO-1)

Iklan
Iklan